Dokumentasi seorang peserta yang mengikuti Webinar ICT for Rural Medicine oleh Åsa Holmner, Ph.D, Umeå University, Swedia, dari Puskesmas Imogiri 1, Bantul

 

YOGYAKARTA Webinar, seminar yang dilakukan secara live yang dapat diikuti oleh peserta yang berada dilokasi seminar maupun peserta yang ada diluar lokasi seminar melalui aplikasi di web dan smartphone, baru saja diselenggarakan oleh Minat Sistem Informasi Manajemen Kesehatan Prodi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada pada Jumat 4 November 2016 di Ruang Teater Perpustakaan FK UGM Lt. 2 dari pukul 13:00 -15:00 WIB.

Webinar berbasis Guest Lecture yang mengusung tema Information and Communication Technology (ICT) for Rural Medicine ini dipresentasikan oleh Åsa Holmner, Ph.D., dari Umeå University, Swedia. Pakar dari Glesbygdsmedicinskt centrum (bahasa Swedia untuk Pusat Rural Medicine) ini menjelaskan pengertian dari ICT for Health, lalu menjabarkan spesifik ke rural healthcare, kemudian memberikan beberapa gambaran dan perbandingan (secara geografis dan infrastructure) antara Swedia dengan Indonesia.

Åsa Holmner, Ph.D., saat sedang melakukan video call dari Indonesia

Salah satu staf dari Department of Radiation Sciences Umeå University ini menjelaskan bahwa reformasi kesehatan di Swedia telah menambahkan tanggung jawab kepada petugas kesehatan disana. Ketika presentase kunjungan dokter ke pasien meningkat, hal itu tidak dibarengi dengan penambahan anggaran untuk memfasilitasi kebijakan tersebut.

Peneliti yang akrab disapa Holmner ini juga mengungkapkan bahwa Primary Care di Västerbotten, salah satu wilayah di Swedia, memiliki dokter yang berjumlah 30% dari yang semestinya. Kebutuhan akan investasi yang lebih pada pelayanan kesehatan primer menjadi hal yang tak bisa dikompromikan.

Dalam Guest Lecture ini, peneliti yang menyukai eHealth serta Telemedicine ini memberikan challenge kepada peserta yang berada di Ruang Teater Perpustakaan untuk melakukan discussion atas statement yang ia tulis di presentasinya, untuk kemudian dipresentasikan oleh kelompok-kelompok yang hadir di ruangan tersebut.

Salah satu screenshot dari webinar ICT for Rural Medicine

Pertanyaan yang diberikan tersebut meliputi petugas kesehatan apa saja yang ada di daerah terpencil di Indonesia, pelayanan kesehatan apa yang bisa disalurkan melalui jarak jauh di Indonesia menggunakan telemedicine, serta kendala terbesar implementasi telemecine di Indonesia dari sudut pandang peserta. Peserta diberikan waktu 10-15 menit untuk mempresentasikan hasil diskusi mereka, dan Holmner memberikan feedback atas tiap presentasi dari peserta.

Peneliti dari Swedia ini berharap, dengan terus meningkatkan kelimuan di bidang eHealth dan Telemedicine, pusat-pusat pelayanan kesehatan masyarakat dan rumah sakit – rumah sakit dapat mengatasi masalah pengobatan jarak jauh melalui pendekatan ICT, terutama untuk daerah-daerah terpencil di Indonesia.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *