Lingkungan Informatika Kesehatan IndonesiaSejak FIKI 2010 di Yogyakarta, perkembangan informatika kesehatan di Indonesia terlihat sangat pesat. Tidak hanya dari sisi inovasi-nya, melainkan juga sumber daya pendukung lainnya seperti regulasi, infrastruktur, sumber daya manusia dan tingkat awareness tenaga kesehatan terhadap pentingnya ICT. Gambar berikut merupakan konteks dari lingkungan bidang informatika kesehatan di Indonesia yang saling bersinergi satu sama lainnya. Dimulai dari batang keilmuan yang secara global sudah diakui, adanya pendidikan formal, memiliki organisasi nasional, adanya pengakuan terhadap profesi informatika kesehatan, konferensi dan pertemuan ilmiah rutin serta berbagai macam penelitian dan pengembangan sistem informasi yang pada akhirnya memperkaya batang keilmuan.

Secara umum, lingkungan informatika kesehatan di Indonesia sebenarnya sudah terbentuk. Hal ini dapat dilihat dari beberapa komponen penting sebagai berikut:

  1. Batang keilmuan yang secara global sudah diakui. Salah satu referensi yang menarik adalah dari Shortliffe dan Cimino. 2014. Biomedical Informatics: Computer Application in Healthcare and Biomedicine. Biomedical and Health Informatics (BMHI) merupakan gabungan dari berbagai bidang ilmu seperti ilmu komputer, sistem informasi, kesehatan, kedokteran dan bahkan biologi molekuler. Kekhusuan dari bidang ilmu ini adalah penerapan keilmuan lain di bidang kedokteran dan kesehatan.
  2. Penelitian dan pengembangan ke-sistem-an informasi kesehatan, kedokteran dan biologi molekuler sangat mudah ditemukan. Ratusan ribu penelitian telah dilakukan sejak pertama kali komputer ditemukan, yang dapat diakses melalui database jurnal seperti PubMed, Ebsco, dan lain sebagainya. Salah satu yang dikelola oleh organisasi global informatika kesehatan adalah International Journal of Medical Informatics (IJMI). Beberapa Negara memiliki jurnal resmi yang dikelola oleh organisasi profesi seperti American Journal of Medical Informatics (JAMIA), BMC Medical Informatics and Decision Making, Informatics in Primary Care dan lain sebagainya. Baru-baru ini dalam Forum Informatika Kesehatan Indonesia (FIKI 2015) dilauncing Journal of Information System for Public Health (JISPH) yang dikelola oleh SIMKES Fakultas Kedokteran UGM.
  3. Pendidikan formal dengan tingkatan strata yang paling rendah (S1) sampai yang paling tinggi (S3), walaupun mayoritas pasca sarjana mengingat bidang ini merupakan gabungan berbagai bidang ilmu yang sudah ada sebelumnya. Secara global sudah terdapat beberapa Universitas yang menawarkan program pendidikan formal khusus BMHI seperti University for Health Informatics and Technology Tyrol (UMIT) Austria dan Taipei Medical University (TMU) Taiwan. Beberapa lainnya menyediakan program pasca sarjana (S2 dan S3) baik dibawah Fakultas Kedokteran/Kesehatan atau dibawah Fakultas Informatika. Keduanya jelas memberikan penekanan pada penggunaan atau penerapan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di bidang kesehatan. Sertifikasi internasional terkait pendidikan formal juga telah terbentuk yang dikelola oleh International Medical Informatics Association (IMIA). Di Amerika sejak tahun 2012, Informatika Kesehatan menjadi salah satu pendidikan spesialis, yang masih merupakan bagian dari Patologi Anatomi. Di Indonesia pendidikan formal terkait informatika kesehatan masih menjadi bagian atau konsentrasi dari program studi tertentu. Di UGM dan UNDIP disebut SIMKES (Sistem Informasi Manajemen Kesehatan) yang merupakan bagian dari Prodi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat. Di UI merupakan bagian dari Prodi Biostatistik dan Kependudukan dan biasa disebut INFOKES. Berbeda dengan ITB, informatika kesehatan dibahas dalam Prodi S2 Biomedical Engineering yang merupakan bagian dari Fakultas Teknik Elektro dan Informatika. Beberapa universitas lain dalam bentuk Pusat Studi atau Pusat Kajian di bawah Fakultas tertentu.
  4. Organisasi resmi terkait BMHI secara global adalah International Medical Informatics Association (IMIA). IMIA merupakan organisasi yang keanggotaannya terdiri dari berbagai profesi yang menggeluti bidang informatika kesehatan dan kedokteran dari seluruh dunia. Terdapat berbagai working group IMIA yang memiliki kegiatan lebih spesifik seperti informatics for patient safety, nursing informatics, public health informatics, dentist informatics, curriculum and education dan lainnya. Di beberapa region juga mulai dibentuk organisasi yang merupakan bagian dari IMIA seperti APAMI (Asia Pacific Association of Medical Informatics). Beberapa Negara juga memiliki asosiasi khusus yang terkait BMHI seperti di Amerika (AMIA), Jepang (JAMI), Australia (ACHI), Taiwan, Philippine, termasuk Indonesia melalui Perhimpunan Informatika Kedokteran/Kesehatan Indonesia (PIKIN).
  5. Adanya profesi yang diakui. Beberapa referensi menyebutkan nama profesi dengan sebutan ‘health informacist’ atau ‘health informatician’. Untuk mengatakan bahwa health informaticist merupakan sebuah profesi setidaknya terdapat 5 syarat menurut Siaw-Teng Liaw pada MedInfo 2015 lalu di Brazil, antara lain 1). Memiliki teori dan batang keilmuan yang jelas, 2). Memiliki organisasi profesi, 3). Memiliki mekanisme kontrol terhadap profesi (training, standar dan regulasi), 4). Memiliki kode etik profesi, dan 5). Adanya budaya profesional yang mendukung pengembangan keilmuan.
  6. Pertemuan ilmiah rutin bidang informatika kesehatan yang pada dasarnya adalah mekanisme sharing, diseminasi dan komunikasi antar praktisi, peneliti, lembaga pemerintah, lembaga non pemerintah dan industry. Mekanisme ini merupakan cara yang efektif untuk membangun jejaring informatika kesehatan secara nasional maupun global. IMIA mengadakan forum 2 tahunan (MedInfo). APAMI juga menyelenggarakan konferensi setiap 2 tahun. Termasuk di beberapa Negara secara spesifik menyelenggarakan pertemuan rutin. Di Indonesia pertemuan rutin diinisiasi dalam Forum Informatika Kesehatan Indonesia (FIKI) yang sudah diselenggarakan selama 4 kali sejak tahun 2010. Forum ini merupakan forum 2 tahunan yang menjadi ajang untuk kegiatan-kegiatan ilmiah, pemaparan kebijakan, kompeteisi inovasi, sharing pengalaman dan juga pengenalan-pengenalan teknologi informasi dan komunikasi terbaru di bidang kesehatan.
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *