Posts Tagged ‘Sistem informasi’

KRjogja.com : Mengulas Sistem Informasi Kesehatan

Written by Administrator on . Posted in ARTIKEL, BERITA

Berikut merupakan salinan artikel dari KRjogja.com yang dapat dilihat selengkapnya di link ini
Sistem Informasi Kesehatan Indonesia Kurang Tertata
YOGYA (KRjogja.com) – Sistem Informasi Kesehatan (Simkes) di Indonesia hingga saat ini dinilai masih kurang tertata. Setiap instansi kesehatan baik rumah sakit maupun puskesmas masih melakukan pendataan managemen kesehatan secara ter[isah dan belum terintegrasi. Hal tersebut berdampak pada rendahnya akurasi pembuatan kebijakan maupun keputusan dalam program layanan kesehatan. Ketua Forum Informatika Kesehatan (FIKI) 2010, Anis Fuad mengungkapkan, Belum tertatanya simkes secara lengkap ini bisa membuat keputusan dalam program maupun kebijakan kesehatan menjadi tidak relevan dengan kondisi riil di masyarakat. Rendahnya tingkat penataan ini salah satunya dikarenakan minimnya jumlah sumber daya manusia (SDM) di bidang simkes yang bertugas mengurus keuangan, rekam medis, statistikasi, pranata komputer, dan manajemen menyeluruh lainnya. “Padahal dengan estimasi jumlah rumah sakit di Indonesia yang mencapai 1.400 lebih, 500-an dinas kesehatan di seluruh kabupaten dan kota serta 8.000 lebih puskesmas se-Indonesia, maka kebutuhan untuk tenaga simkes kita adalah lebih dari 10.000 orang. Paling tidak dalam satu institusi kesehatan, jumlah tenaga tenaga simkes dibandingkan tenaga non kesehatan lainnya adalah 1:50 orang. Minimnya jumlah tenaga simkes ini menjadikan standarisasi data dan koordinasi program kesehatan pun tidak bisa dilakukan secara optimal,” ujarnya di Gedung Fakultas Kedokteran UGMSenin (11/10) terkait Konferensi FIKI yang akan digelar 25-26 Oktober mendatang. Ia menuturkan, data dan informasi kesehatan memang semakin berkembang. Namun hingga kini belum diimbangi dengan pemanfaatan metode simkes karena memang SDM yang dibutuhkan tidak ada. Kalaupun ada lulusan sistem informasi, mereka lebih berminat ke sektor lain karena kontribusinya lebih banyak dibandingkan kesehatan. “Sampai saat ini sendiri baru 4 perguruan tinggi yang memiliki konsentrasi program studi simkes, seperti UGM, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Diponegoro (Undip) Semarang dan Universitas Indonesia (UI) Jakarta. Sehingga jumlah lulusan di bidang simkes hingga kini belum bisa memenuhi kebutuhan di berbagai instansi,” tuturnya. Sementara itu, sekretaris Simkes 2010, Guardian Y Sanjaya menyatakan, pendataan simkes di berbagai instansi sampai saat ini masih bersifat parsial antar institusi. “Sehingga database di bidang kesehatan tidak bisa diintegrasikan secara online untuk dikembangkan bersama-sama. Karena itulah melalui konferensi informatika kesehatan yang akan kita gelar dalam waktu dekat ini diharapkan menjadi ajang berbagi pengalaman dan teknologi di bidang simkes. Sehingga nantinya akan memunculkan kesepakatan bersama dan rekomendasi dalam pengembangan simkes,” imbuhnya. (Ran)

Prof.Dennis Streveler,Ph.D di Konferensi FIKI 2010 mendatang

Written by Administrator on . Posted in ARTIKEL, BERITA

Pada konferensi FIKI 2010 mendatang akan mendatangkan keynote speaker Prof. Dennis Streveler dari University of Hawaii. Beliau adalah pimpinan konsultan HMIS untuk world bank, dan telah sekian lama menjadi konsultan dunia untuk membantu pengembangan teknologi informasi kesehatan. Sebagai pimpinan konsultan HMIS, Prof. Dennis telah membantu setidaknya 78 negara, baik negara – negara maju maupun berkembang di setiap benua. Prof. Dennis Streveler mendapat gelar Ph.D di bidang Medical Information Science dari University of California, San Francisco, gelar master di bidang Information and Computer Science dari University of Hawaii, dan gelar sarjana di bidang fisika. Dalam bidang ini, Prof. Dennis Streveler meraih Cum Laude dari area Universitas di Washington seperti Georgetown, The American University, University of Maryland, dan Catholic University of  America. Beberapa tugas yang pernah diemban oleh Prof. Dennis di dunia informatika kesehatan adalah
  • The National Technology Projects Manager untuk Kaiser Permanente. Kaiser Permanente ini merupakan salah satu sistem pelayanan kesehatan milik swasta terkenal di Amerika Serikat
  • Managing Partner untuk Western Healthcare Informatics Systems Concsultants
  • Vice President Pengembangan Produk dan Teknologi untuk Anima Tek International
  • Vice President, Technology and Product Development ,Unitek Computer Systems, Inc, Honolulu
  • Associate Professor, Information and Computer Science, University of Hawaii
  • Senior Systems Engineer, Staub Clinic and Hospital, Honolulu
Prof. Dennis telah banyak berpengalaman dalam mengembangkan sistem informasi kesehatan di berbagai belahan dunia, sehingga Prof. Dennis memiliki kemampuan lebih dalam menganalisis sistem informasi yang sesuai untuk masing – masing rumah sakit yang juga disesuaikan dengan kapasitas sumber daya rumah sakit. Pengalaman – pengalaman Prof. Dennis ini akan dikemukakan dalam topiknya Lesson Learnt HMIS Inplementation Worldwide yang akan dipresentasikan oleh beliau pada Konferensi FIKI 2010 (25 Oktober 2010 di Jogja Ballroom Hotel Santika) mendatang.

Informasi Perubahan Tempat Penyelenggaraan Konferensi FIKI 2010

Written by Administrator on . Posted in BERITA, Tak Berkategori

Dengan ini, memberitahukan bahwa karena banyaknya permintaan akomodasi , maka Konferensi FIKI 2010 pada tanggal 25 – 26 Oktober 2010 yang semula dijadwalkan bertempat di Jogjakarta Plaza Hotel dijadwalkan berubah tempat menjadi di Jogja Ballroom Hotel Santika yang beralamatkan di Jalan Jend. Sudirman 19 Yogyakarta 55233. Atas perubahan ini, kami atas nama panitia FIKI 2010 memohon maaf yang sebesar – besarnya. Terimakasih.

Health Level Seven (HL7) menjadi salah satu topik utama di FIKI 2010

Written by Administrator on . Posted in ARTIKEL, BERITA

Health Level Seven (HL7) merupakan sebuah konsep yang menunjang integrasi sistem pelayanan kesehatan di dalam institusi medis. HL7 bersifat non-profit yang merupakan salah satu standar ANSI (American National Standards Institute) yang telah terakreditasi oleh SDO (Standards Developing Countries). Health Level Seven (HL7) menyediakan comprehensive framework seputar standar pertukaran dan integrasi data antar software pelayanan kesehatan. Tujuan dari HL7 ini adalah menciptakan suatu standar universal sebagai pedoman atau acuan aplikasi healthcare sehingga dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi setiap institusi maupun organisasi kesehatan dalam memberikan informasi dan pelayanan kesehatan. Topik HL7 ini lebih lanjut akan diangkat dalam Konferensi FIKI 2010 (parallel session) oleh Ir. Nyoman R. Winardi, MSc pada 25 Oktober 2010. Topik ini diharapkan dapat menjadi acuan arah kebijakan di Indonesia seputar aplikasi informasi medis yang selama ini penerapan standar pengembangannya masih sulit diterapkan di Indonesia.

Berita