Sistem Informasi Manajemen Kesehatan

Cara Pendaftaran S2 IKM Minat SIMKES Secara Online

  1. Datang ke Bank BNI terdekat dengan tujuan untuk pendaftaran ujian masuk program studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat UGM.
  2. Membayar langsung di Bank BNI sebesar Rp. 750.000 dengan kode pembayaran : 2121
  3. Setelah pembayaran akan diberikan kode password (pwd)
  4. Akses ke http://daa.ugm.ac.id/daftar/ dan masukkan tanggal lahir (contoh jika tanggal lahir 11 Juni 1980 maka user namenya 11061980) dan password (pwd) sesuai dengan yang sudah didapat dari proses pembayaran di BNI
  5. Setelah berhasil mendaftarkan secara online, unduhlah (download) formulir pendaftaran yang dapat diakses di link berikut (download)
  6. Isi dan centanglah Minat Sistem Informasi Manajemen Kesehatan di formulir pendaftaran halaman 1 dan 2.
  7. Lengkapi formulir beserta kelengkapan berkas lainnya yang dibuat dengan 3 (tiga) rangkap dan dikirimkan ke:

a. Dua (2) rangkap berkas ke :
Administrasi Program Pascasarjana
Direktorat Administrasi Akademik
Jalan Pancasila, Bulaksumur,
Bulaksumur, Yogyakarta – 55281

b. Satu (1) rangkap berkas ke :
Sekretariat Program Studi S2 IKM UGM,
Gd.S2 IKM FK UGM,
Jl.Farmako Sekip Utara Yogyakarta

Pengiriman berkas lengkap diterima selambat-lambatnya 1 Juli 2011.

Pengumuman Penerimaan Beasiswa

Selamat bagi Bapak/Ibu yang sudah dinyatakan diterima di Program Beasiswa Pelatihan Tanaga Sistem Informasi Kesehatan yang diselenggarakan oleh PUSDATIN, SIMKES dan GIZ. Nama-nama berikut adalah daftar penerima beasiswa penuh angkatan pertama hasil seleksi yang dilakukan pada tanggal 4 Mei 2011 yang dilakukan oleh PUSDATIN, SIMKES dan GIZ. Hasil seleksi merupakan keputusan mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

No. Nama Lengkap Asal Daerah Nama Institusi
1 Seneng NTB Balai Data dan Informasi Kesehatan Dikes Lombok Barat
2 Fitriadi Sumatera Barat Dinas  Kesehatan Kabupaten Sijunjung
3 Agus Supriyanto Jawa Barat Dinas Kesehatan Kab Purbalingga
4 Raden Bambang Heri Purwanto Jawa Tengah Dinas Kesehatan Kab. Pekalongan
5 FRIYADI GUNAWAN Bangka-Belitung Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung
6 Yoga Edyaksa Jakarta PUSDATIN Kementrian Kesehatan
7 Sri Sedono Iswandi Kalimantan Timur Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur
8 Sajimin Jawa Timur Dinas Kesehatan Tulungagung
9 FACHRURAZY NAD Rumah Sakit Umum Daerah Kota Langsa
10 Ani Roswiani DI Yogyakarta Dinas Kesehatan Provinsi DIY
11 Herry Ginoga Sleman Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman
12 Ely Mulyadi Jawa Timur Dinas Kesehatan Kabupaten Jember
13 Doni Hadhi Kurnianto Jakarta PUSDATIN Kementrian Kesehatan

Peserta yang sudah dinyatakan diterima telah dihubungi secara personal melalui alamat email masing-masing. Surat kontrak penerima beasiswa juga sudah diberikan, mohon bagi penerima beasiswa untuk segera mengirimkan dokumen kontrak tersebut sesegera mungkin untuk dapat diproses.

Bagi peserta yang belum diterima, jangan berkecil hati karena akan diikutkan pada seleksi penerimaan tahap kedua. Bagi peserta yang sudah melakukan pendaftaran online, TIDAK perlu mendaftar ulang karena data-data sudah masuk di sistem kami. Pendaftaran beasiswa akan ditutup tanggal 30 Juni 2011.

Untuk pendaftaran swadaya (biaya sendiri) dapat melakukan pendaftaran secara online di link berikut: http://simkes.fk.ugm.ac.id/submission/index.php?sid=22564&lang=id.

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi kontak person kami:

Guardian Y. Sanjaya, email gysanjaya@ugm.ac.id
Dyah Intan, email dyah_intan@ymail.com
Resti Yulianti, email restiyulianti@yahoo.com

FORUM INFORMATIKA KESEHATAN (FIKI) 2011

Forum Informatika Kesehatan Indonesia merupakan suatu konferensi di bidang sistem informasi dan informatika kesehatan Indonesia  yang diselenggarakan secara rutin. Konferensi kali ini diselenggarakan oleh Kluster Health Information System, ICE-EBM bekerjasama dengan CEEBM RSCM-FK UI, PIKIN dan SIMKES. Seperti halnya FIKI 2010 yang lalu, FIKI 2011 akan mengagendakan pertemuan nasional antara praktisi, pengguna dan pengembang sistem informasi untuk mendiskusikan isu-isu baru, arah dan tujuan sistem informasi kesehatan di Indonesia. Konferensi ini akan menghadirkan berbagai narasumber nasional dan internasional yang berpengalaman, peneliti, dosen dan juga mahasiswa untuk memperkuat jejaring nasional sistem informasi dan informatika kesehatan di Indonesia.

Tema FIKI 2011 adalah

“Information system to support evidence based clinical practice: from education to application”

Forum Informatika Kesehatan Indonesia (FIKI) 2011 mengagendakan serangkaian kegiatan yang melibatkan partisipasi aktif dari calon peserta forum. Agenda FIKI 2011 secara garis besar adalah sebagai berikut:

No. Agenda Acara Tanggal Keterangan
1. Call for Paper dan Poster 2011

20 April – 15 Oktober 2011 Merupakan agenda pendahuluan konferensi.
2. Workshop Pra Konferensi

Senin – Selasa, 31 Oktober – 1 November 2011 Workshop Pra Konferensi dengan topik Health Mapper dan OpenMRS *)
3. Kunjungan Lapangan Selasa, 1 November 2011 Kunjungan ke RS Cipto Mangunkusumo terkait implementasi Sistem Informasi Rumahsakit .
4 Konferensi Informatika Kesehatan Rabu-Kamis, 2-3 November 2011 Dua hari konferensi informatika kesehatan.

*) Syarat dan ketentuan berlaku.

Untuk mengupdate dan mengetahui lebih lanjut tentang FIKI 2011, silahkan mengakses http://forsikes.org/fiki-2011

Untuk mendaftar dalam call for paper dan poster, dapat melalui link berikut http://fiki.forsikes.org

Jadwal acara dan registrasi dapat dilihat di link berikut http://forsikes.org/fiki-2011/pendaftaran-dan-registrasi-fiki-2011/

Perpustakaan Online SIMKES

Perpustakaan Online SIMKES merupakan fasilitas yang dapat digunakan sebagai upaya  untuk memelihara dan meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses belajar-mengajar.  Perpustakaan Online SIMKES dapat diakses kapan pun dan dimana pun, sehingga dapat memudahkan dalam memperoleh sumber dan materi belajar. Sistem ini dikembangkan menggunakan program perangkat lunak Senayan.

Fasilitas yang dapat diperoleh dari Perpustakaan Online SIMKES adalah Layanan Katalog online dimana pengguna dapat menelusur sendiri informasi pustaka yang dimiliki perpustakaan melalui katalog online perpustakaan SIMKES dengan mengakses http://simkes.fk.ugm.ac.id/perpustakaan/

Dengan katalog online ini pengguna perpustakaan tidak hanya dapat mengetahui apakah sebuah buku ada atau tidak di perpustakaan tetapi juga dapat mengetahui status buku tersebut, apakah sedang dipinjam atau tidak.  Selain itu, Pengguna juga dapat langsung mengakses naskah publikasi atau presentasi seminar secara online kapanpun dan dimanapun dengan menggunakan fasilitas internet.

Penyusunan Kompetensi Tenaga SIK

Berikut adalah kompetensi tenaga SIK yang diadopsi dari Carroll. 2002. Public Health Informatics Competencies. Dalam hal ini tenaga SIK didefinisikan sebagai “tenaga kesehatan dan tenaga lain yang bertanggung jawab terhadap proses dan pengolahan data dan informasi di organisasi kesehatan”. Secara garis besar terdapat 3 domain utama dalam kompetensi ini, yaitu

  1. Menggunakan Data dan Informasi Secara Efektif
  2. Menggunakan Teknologi Informasi Secara Efektif
  3. Manajemen Proyek TI Secara Efektif

A. Domain Menggunakan Data dan Informasi Secara Efektif

Sub Domain Kompetensi Contoh Aktivitas Propinsi Kab/Kota Puskesmas Rumah Sakit
Kasie Staf Kasie Staf Staf Kasie Staf
Kemampuan melakukan assessment Menentukan penggunaan data kualitatif dan kuantitatif dan mengetahui keterbatasan Menentukan data kesehatan utama yang digunakan dalam menyusun indikator kesehatan yang sesuai
Mampu melakukan evaluasi terhadap keutuhan dan komparabiitas data dan mengetahui adanya kekurangan data Melakukan verifikasi pelaporan, data dan informasi. Baik laporan rutin seperti LB1, RL1 dan lain lain, juga laporan non rutin seperti W2, PE dan lain-lain
Membuat kesimpulan yang relevan dari data kualitatif dan kuantitatif Menggunakan metode analisis statistik dan aplikasi yang sesuai (ex: formula exel, SPSS, EpiInfo) untuk menghasilkan kesimpulan dan rekomendasi untuk kebijakan dari data-data dalam pelaporan baik rutin maupun non-rutin
Dapat menentukan dan menginterpretasikan informasi yang berkenaan tentang resiko dan keuntungan bagi masyarakat Memilah informasi yang layak didiseminasikan kepada masyarakat luas maupun tidak, dengan pertimbangan risk and benefit seperti misalnya desa-desa dengan KLB penyakit menular tertentu yang masih dianggap tabu oleh masyarakat, berarti perlu disertai dengan edukasi dan tidak semua informasi perlu disampaikan
Mengetahui strategi dalam proses pengumpulan data, strategi penggunaan TI dan pemanfaatan sistem komputer untuk penyimpanan data Pengumpulan data yang efisien misalnya dalam pengambilan titik koordinat, menggunakan GPS receiver tanpa bantuan buku register kemudian langsung diimport ke dalam komputer/laptop. Pengumpulan data dari unit-unit yang lebih rendah dapat dilakukan secara elektronik misalnya flashdisk, internet ataupun integrasi aplikasi apabila memungkinkan.
Pengembangan kebijakan Mengumpulkan, mengolah, dan menginterpretasikan produki informasi untuk suatu permasalahan mengolah data dengan mengkombinasikan data dan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber (misal LB1, dengan laporan Jamkesda, dengan ketinggian daerah) sehingga menghasilkan penilaian yang menyeluruh dan rekomendasi solusi yang lebih tepat sasaran
Menggunakan teknik terkini dalam pengambilan keputusan dan perencanaan kesehatan Memanfaatkan hasil laporan rutin (ex: SP2TP dan LB) untuk menyusun rencana kerja; menggunakan expert sistem untuk pengambilan keputusan
Ketrampilan komunikasi Komunikasi efektif secara tertulis, lisan, maupun cara lainnya Menggunakan email, telpon, memo untuk meneruskan informasi, berkomunikasi dengan rekan kerja
Penggunaan media IT, teknologi terkini dan jejaring sosial untuk mengkomunikasikan informasi Mengembangkan dan memelihara website resmi dinas kesehatan untuk mengkomunikasikan berita, penyuluhan dan informasi lain mengenai kesehatan
Mampu mempresentasi data demografi, statistik, program kesehatan dan informasi ilmiah secara efektif dan akurat untuk praktisi kesehatan maupun awam Memilih cara merepresentasikan data dan informasi yang sesuai dengan karakteristik data dan informasi tersebut, misalnya kapan harus menggunakan peta tematik tertentu, grafik jenis tertentu dan lain-lain, sehingga lebih menarik dan mudah dipahami terutama oleh masyarakat awam
Dimensi komunitas/organisasi profesi kesehatan masyarakat Mengembangkan, menerapkan, dan mengevaluasi komunitas/networking/ organisasi profesi kesehatan masyarakat Menjalin kerjasama dengan berbagai organisasi profesi kesehatan (IAKMI, PERSI). Mampu memperoleh lesson learned dari setiap kerjasama tersebut, kemungkinan pengembangan dan kegiatan bersama.
Dasar ilmu kesehatan masyarakat Mengetahui definisi status kesehatan masyarakat, faktor penentu sehat dan sakit, faktor yang berkontribusi pada usaha promosi kesehatan dan pencegahan penyakit, dan faktor yang mempengaruhi penggunaan fasilitas kesehatan Memahami konsep mengenai kesehatan, indikator-indikator kesehatan yang penting seperti SPM, Indonesia Sehat, MDGs. Meliputi definisi, cara pengukurannya dan interpretasinya, manfaatnya dan strategi memperbaiki masing-masing indikator tersebut.
Dapat mengidentifikasi dan menerapkan metode riset dasar yang digunakan di kesehatan masyarakat Pemilihan metode riset yang dibutuhkan untuk menjawab permasalahan kesehatan seperti action research, observational study dan lain-lain dalam setiap permasalahan kesehatan yang akan dicarikan solusinya
Menerapkan ilmu kesehatan masyarakat dasar,termasuki ilmu perilaku sosial, biostatistika, epidemiologi, ilmu kesehatan lingkungan, dan pencegahan penyakit kronis dan infeksi, serta kecelakaan. Mampu meninjau, menemukan jawaban dan memberikan solusi pada permasalahan kesehatan yang muncul dengan menggunakan pendekatan menggunakan analisis statistika, metode pencegahan penyakit, maupun epidemiologi.
Mampu mengidentifikasi dan mendapatkan referensi yang relevan dan dipercaya (reliable) Memiliki akses dan mengetahui cara mencari jurnal-jurnal sistem informasi dan informatika kesehatan yang terkini dan terpercaya, baik menggunakan search engine seperti Google, Bing, maupun Yahoo ataupun portal jurnal seperti Science Direct, PubMed, maupun BioMed Central
Mampu mengidentifikasi  keterbatasan riset dan memahami pentingnya melakukan observasi dan hubungan antar variabel Melakukan konfirmasi ulang atas data-data yang diperoleh dalam survei epidemiologis dan memahami keterbatasan baik dalam hal pengambilan data, pemilihan sampel, maupun proses lain yang dapat memengaruhi hasil interpretasi survei sebelum didiseminasikan kepada masyarakat luas
Manajemen dan perencanaan keuangan Mengatur system informasi untuk pengumpulan, mendapatkan kembali (retrieve) dan menggunakan data untuk pengambilan keputusan Merumuskan proses bisnis untuk kebutuhan pengumpulan sampai dengan pengelolaan dan analisis data. Merumuskan sistem informasi yang dibutuhkan dan mengelola operasional sistem informasi tersebut.
Melakukan analisa cost-effectiveness, cost-benefit dan cost-utility Melakukan analisa biaya untuk berbagai kegiatan terkait sistem informasi misalnya untuk pengelolaan data KIA di seluruh wilayah Dinas
Kepemimpinan dan berfikir secara sistem Mengidentifikasi isu internal maupun eksternal yang dapat berdampak pada pelayanan/kegiatan kesehatan masyarakat Mengkritisi isyu internal seperti misalnya mutasi staf yang dapat mengakibatkan terhentinya pengembangan sistem informasi untuk mendukung pelayanan kesehatan, sehingga dapat mengusulkan misalnya penyusunan masterplan untuk mengantisipasi terputusnya pengembangan dan lain-lain
Mempromosikan tim dan melakukan pembelajaran untuk organisasi Melakukan transfer pengetahuan dan manajemen pengetahuan di dalam tim sehingga terjadi pemerataan pengetahuan, sehingga tim dapat bekerjasama untuk mengembangkan sistem informasi bersama-sama di dalam organisasi dengan efek impact yang semerata mungkin.
Mengelola informasi dari organisasi kesehatan masyarakat sebagai salah satu sumber strategi dan alat mencapai mis Bekerjasama dengan organisasi lain untuk memperkaya informasi dan memperluas jangkauan analisis sehingga lebih menyeluruh (holistik) misalnya dengan menjalin kerjasama pengelolaan data dengan Dukcapil, BPS, dan berbagai institusi kesehatan lain, baik negeri maupun swasta

B. Domain Menggunakan Teknologi Informasi Secara Efektif

Sub Domain Kompetensi Contoh Aktivitas Propinsi Kab/Kota Puskesmas Rumah Sakit
Kasie Staf Kasie Staf Staf Kasie Staf
Melek Digital Menggunakan komputer dan peralatan TI lain untuk bekerja dan mengelola data digital Mengenali dan memahami komponen komputer dan fungsinya; Menyalakan aplikasi di komputer; Menyimpan data di komputer; Mengetahui di disk mana data tersebut disimpan, mencetak file, menyalin file untuk dipakai di komputer lain; mengunakan program pengetik (contoh Ms Words) untuk membuat dan mengedit dokumen dan melengkapi dengan tabel dan grafik; menggunakan mesin faksimili untuk mengirim salinan dokumen
Komunikasi elektronik Menggunakan peralatan TI untuk berkomunikasi secara elektronik dengan anggota tim Mengirim dan menerima email membuka dan menyimpan lampiran data (attachment file) padaemail. Melampirkan data (attachment) pada email yang akan dikirim; Berkomunikasi dengan para rekan kerja dengan grup diskusi berbasis email, seperti mailing list
Seleksi dan penggunaan peralatan IT yang pas Mampu memilih perangkat lunak yang sesuai dalam mendukung proses sistem informasi (mengumpulkan, analisis, interpretasi dan pelaporan) di organisasinya Membandingkan kelebihan dan kekurngan satu program dengan yang lain berdasarkan fungsinya;  keterampilan dan pengalaman penggunaan perangkat-perangkat lunak word processor (seperti Word, Write), image processor (seperti Photoshop, CorelDraw, GIMP), mapping interface atau GIS (EpiMap, HealthMapper, OpenJump, ArcView), spreadsheet (Calc, Excel), pembuat PDF, statistik (Stata, Satscan, SPSS) dan lain-lain
Penggunaan informasi online Menggunakan instrumen teknologi informasi untuk mengidentifikasi, mencari, mengakses, menilai dan menginterpretasikan data dan informasi kesehatan yang relevan untuk organisasi. Browsing internet dengan software browser; Menggunakan search engine umum (contoh Google); Menggunakan search engine khusus (contoh PubMed, CDC, Wonder); Mengecek validitas, kepemilikan, dan ketepatan penggunaan data yang diperoleh secara online
Perlindungan data dan system Melindungi data dan informasi kesehatan secara secara digital dengan teknologi informasi Menggunakan program antivirus secara benar; Membuat back-up data secara berkala terhadap file-file yang penting; Menerapkan mekanismar verifikasi dan validasi data yang diperlukan ketika akan meng-entry atau mengedit data (autocomplete); Memahami kebijakan dan prosedur yang relevan untuk recovery jika terjadi gangguan IT (mati lampu); Memahami penggunaan dan pemeliharaan dari backup server; Memahami prosedur untuk memastikan informasi yang tertera pada website adalah aman. Mampu melakukan enkripsi data atau menyimpan data dalam bentuk yang lebih aman lainnya (PDF yang dilindungi, dengan watermark, tidak dapat dikopi dan sebagainya).
Membut SOP baik teknis maupun kebijakan untuk melindungi data elektronik baik sari sisi privasi maupun kerahasiaan data Memahami kebijakan kerahasiaan yang berhubungan dengan sumber data yang diakses user; Menggunakan sarana yang memastikan data yang seharusnya rahasia hanya boleh diakses oleh orang yang berwenang, seperti dengan password atau metode autentikasi yang lain
Pembelajaran jarak jauh Menggunakan teknologi informasi untuk proses pembelajaran jarak jauh yang berkelanjutan sesuai dengan bidang/program spesifiknya Mencari peluang adanya pembelajaran jarak jauh, secara online misalnya; Berpartisipasi pada pembelajaran jarak jauh di institusinya; pengembangan kapasitas untuk dirinya sendiri dengan metode distant learning atau elearning, baik formal maupun informal (dengan berbagai platform misalnya social media, chat, maupun LMS)
Penggunaan TI untuk promosi kesehatan Menggunakan TI sebagai sarana untuk promosi kesehatan (seperti promosi pendidikan kesehatan komunitas, perubahan prilaku, pengembangan kebijakan, advokasi kesehatan untuk masyarakat) Membuat dan mengembangkan website yang memuat tentang permasalahan kesehatan; Mengembangkan strategi untuk mendesain dan menargetkan pesan yang berhubungan dengan pencegahan penyakit kepada populasi tertentu; Menggunakan TI untuk menyebarkan berita, pengumuman, dan saran tentang kesehatan kepada masyarakat, pembuat kebijakan, media massa, dan lainnya; Menggunakan TI untuk memperluas masukan untuk proses pengambilan kebijakan (contoh: diskusi mailing list diantara para pengambil kebijakan, dan masukan dari masyarakat secara online, seperti poling melalui website terhadap kebijakan tertentu); Mencari peluang untuk menerapkan atau mengembangkan sistem informasi kesehatan yang baru untuk menunjang kesehatan masyarakat
Pengembangan keilmuan terkait SIK berdasarkan data dan informasi yang ada Mampu mengkombinasikan data dan informasi dari berbagai sumber untuk menghasilkan satu informasi baru dalam membantu pengambilan keputusan di organisasi Mengompilasikan data dari sektor kesehatan dengan data-data dari sumber-sumber lintas sektoral yang terkait seperti Capil, BPS, Bappeda dan lain-lain guna pengambilan keputusan di tingkat Dinas Kesehatan

C. Domain Manajemen Proyek TI Secara Efektif

Sub Domain Kompetensi Contoh Aktivitas Propinsi Kab/Kota Puskesmas Rumah Sakit
Kasie Staf Kasie Staf Staf Kasie Staf
Pengembangan Sistem Membentuk dan mengatur tim pengembangan sistem informasi yang sesuai dengan kapasitas masing-masing anggota tim yang mungkin berlatar belakang epidemiologi, policy maker, programmer dan atau sistem analis dan desain Memahami fungsi masing-masing disiplin ilmu dalam tim yang mengembangkan sistem informasi kesehatan; Menjelaskan pentingnya tim yang terdiri dari berbagai macam disiplin ilmu untuk mengembangkan proyek TI, dan memastikan komunikasi yang baik diantara staff program dan teknik; Memahami kebutuhan kemampuan dan pengalaman yang dibutuhkan dari setiap anggota tim dari masing-masing disiplin ilmu; Memimpin dan menyusun secara efektif sebuah tim dari berbagai disiplin ilmu untuk membentuk sistem informasi kesehatan
Memimpin dan mengadvokasi peran aktif semua partisipan yang terlibat dalam pengembangan sistem informasi yang terintegrasi, coast-efektif di dalam organisasi, dan memastikan aplikasi yang akan digunakan/dikembangkan sesuai dengan sistem yang sudah ada Memahami cost dan benefit sistem informasi; Mendeskripsikan elemen arsitektur informasi; Memahami nilai suatu arsitektur informasi pada suatu institusi kesehatan; Mendeskripsikan, mengembangkan, dan menerapkan proses bagaimana suatu institusi mengembangkan arsitektur informasi yang sesuai; Mendeskripsikan model organisasi yang efektif untuk manajemen proyek TI
Mempu menggunkan beberapa model dan proses dalam melakukan pengembangan sistem informasi dan mengatur sumber-sumber informasi yang relevan dalam pengembangan tersebut Memahami konsep dasar pengembangan sistem informasi seperti SDLC, pemrograman dasar (misalnya dengan menggunakan PHP, HTML, dan MySQL), jaringan dan infrastruktur.
Komunikasi lintas disiplin Berkomunikasi secara aktif dan efektif dengan pakar TI dan pakar kesehatan, terutama berkaitan potensi sistem informasi organisasi yang bisa dioptimalkan dengan menggunakan TI Memahami dasar networking komputer; Memahami dasar internet dan world wide web; Memahami dasar teknologi yang digunakan untuk mengamankan data, seperti autentikasi, enkripsi, dan sebagainya; Mengikuti teknologi terbaru dan memanfaatkannya dalam SIK; Mengetahui teknologi terkini yang digunakan untuk pembelajaran jarak jauh
Database Berpartisipasi dalam pengembangan dan pengoptimalan database untuk kesehatan dengan prinsip-prinsip desain database yang baik Melakukan asesmen kebutuhan sistem dan teknologi informasi. Memahami proses bisnis dan membantu analis sistem (atau berperan sebagai analis sistem) menuangkannya dalam bentuk yang dipahami oleh pakar TI (seperti ERD, DFD, form input, form output, kamus data).
Penggunaan Standard Memastikan penggunaan standar data dalam penyimpanan dan transmisi data serta dapat memamakai standar yang relevan untuk kebutuhan organisasi Memahami tujuan dasar standar komunikasi yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat (seperti HL-7), dan standar data (seperti ICD 10, LOINC dan SNOMED); Memahami pentingnya penggunaan perbendaharaan kata yang teratur (konsisten); Memahami penggunaan standar tersebut berperan dalam mengefektifkan pengembangan dan integrasi sistem informasi
Kerahasiaan dan sistem keamanan Berpartisipasi dan mengaplikasikan dalam pembuatan kebijakan tentang keamanan dan kerahasiaan data, dan memastikan system yang dikembangkan sudah mencakup kebijakan tersebut
Manajemen proyek Menggunakan prinsip dan praktek informatika yang sesuai ketika menangani proyek teknologi informasi di organisasi Memahami bermacam bidang keahlian yang dibutuhkan proyek pengembangan sistem informasi; Memahami pentingnya peran tim untuk pengembangan sistem informasi dan bagaimana mengatur tim yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu dan budaya; Memahami strategi untuk memastikan bahwa end user terlibat secara konsisten dalam pengembangan sistem dari awal sampai akhir; Mengetahui metode untuk menjalin komunikasi intensif antara staff, user potensial, dan stakeholder lain untuk mengamankan dan mempertahankan dukungan terhadap proyek; Mengetahui bagaimana memilih teknologi yang sudah terbukti mengetahui kemungkinan adanya evaluasi terhadap dampak adanya perkembangan TI; Membuat teknik untuk meningkatkan penggunaan sistem informasi secara institusional, seperti training, insentif, komunikasi, dan perubahan perilaku; Memastikan adanya kemajuan dan dokumentasi kode yang jelas
Manajemen SDM Menggunakan prinsip dan praktek informatika yang sesuai ketika mengatur anggota tim TI dan atau konsultan TI Mengetahui strategi untuk mempekerjakan staff dengan kemampuan yang sesuai dengan tugasnya; Mengetahui strategi untuk memastikan dukungan IT yang cukup terhadap kesulitan end user; Mmengetahui kapan harus berkonsultasi pada pakar ketika pengembangan sistem mengatasi permasalahan teknis; Memastikan staf teknis menjelaskan permasalahan dengan bahasa yang mudah dimengerti orang awam; Mempersiapkan jika ada staff yang mundur/ mutasi
Pengadaan Mengatur penyediaan barang terkait teknologi informasi yang cost-efektif untuk kebutuhan organisasi Mengetahui lokasi vendor yang menjediakan produk IT tertentu; Memutuskan apakah akan membeli atau membuat software tertentu: Membuat penilaian rasional untuk memutuskan pembelian produk TI baru: Memahami prinsip dasar pengadaan barang dan jasa terutama untuk manajemen proyek di bidang sistem informasi dan teknologi informasi untuk kesehatan; Mengetahui pertimbangan cost dan benefit sistem informasi yang digunakan; Mengetahui bagaimana keputusan alokasi sumber daya strategis diputuskan
Akuntabilitas Memanfaatkan teknologi informasi dalam memastikan keterbukaan informasi serta untuk melakukan pertanggungjawaban ke publik Penggunaan website resmi organisasi dalam mendiseminasikan informasi dan berita, demikian juga melaporkan hasil kegiatan-kegiatan yang layak untuk diketahui oleh publik

Versi offline dapat dilihat di link berikut matriks kompetensi tenaga SIK.

VIDEO PRESENTASI Keynote Speaker Menkes RI dalam FIKI 2010


Dalam Konferensi Informatika Kesehatan Indonesia 2010 yang telah terselenggara pada 25  – 26 Oktober 2010 di Hotel Santika Yogyakarta, SIMKES FK UGM berhasil menghadirkan Menteri Kesehatan  RI Kabinet Indonesia Bersatu II dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH sebagai  keynote speaker hari kedua. Dalam event tersebut, Menkes berkesempatan manyampaikan P eran Kementrian Kesehatan dalam Standardisasi Data dan Informasi Kesehatan di Indonesia.

Berikut ini video presentasinya:

FIKI 2011, dimana?

Setelah sukses dengan agenda FIKI 2010 yang diselenggarakan di Yogyakarta tanggal 21-26 Oktober lalu, agenda yang mempertemuan berbagai pihak ini perlu dilanjutkan dengan mengangkat topik-topik yang relevan dengan perkembangan sistem informasi dan informatika kesehatan di Indonesia. Pemerintah, universitas, industri dan pelaku sistem informasi sudah sepatutnya bekerjasama dalam menentukan arah dan kebijakan sistem informasi dan informatika kesehatan di Indonesia.

Walaupun dianggap terlambat, namun tren pemanfaatan teknologi informasi di sektor kesehatan terus meningkat yang perlu diimbangi dengan koridor yang jelas, standar dan aturan main yang disepekatai bersama. Isu lain yang cukup menarik perhatian adalah perlunya mendefinisikan standar kompetensi tenaga sistem informasi/ informatika kesehatan di Indonesia melalui pusat-pusat pendidikan yang ada, dengan memperhatikan luasnya bidang keilmuan di domain ini.

Tidak kalah penting adalah apa yang harus dilakukan setelah ini? Suatu pertanyaan yang sederhana tetapi cukup menantang. Panitia FIKI 2010 sudah merancang beberapa tindak lanjut yang bisa dikatakan usaha kecil untuk perkembangan sistem informasi dan informatika kesehatan di Indonesia. Materi presentasi, buku prosiding dan video dokumenter dalam waktu dekat akan dapat diakses secara online. Sebuah program pendidikan sertifikasi bidang sistem informasi kesehatan kerjasama SIMKES-GTZ-Pusdasure akan diumumkan tahun depan. Jurnal online terkait domain ini pun direncanakan akan diterbitkan pada tahun 2011. Silahkan mendownload laporan akhir FIKI 2010 selengkapnya.

Pertanyaan selanjutnya, dimanakah FIKI2011 akan berlangsung?

Silahkan mendownload laporan akhir FIKI 2010.

Informasi Perubahan Tempat Penyelenggaraan Konferensi FIKI 2010

Dengan ini, memberitahukan bahwa karena banyaknya permintaan akomodasi , maka Konferensi FIKI 2010 pada tanggal 25 – 26 Oktober 2010 yang semula dijadwalkan bertempat di Jogjakarta Plaza Hotel dijadwalkan berubah tempat menjadi di Jogja Ballroom Hotel Santika yang beralamatkan di Jalan Jend. Sudirman 19 Yogyakarta 55233.

Atas perubahan ini, kami atas nama panitia FIKI 2010 memohon maaf yang sebesar – besarnya. Terimakasih.

Presentasi Pemanfaatan Sistem Bridging PT. Askes pada Konferensi FIKI 2010

Dalam usahanya memberikan pelayanan yang lebih baik kepada seluruh pelanggan, PT. Askes (Persero) mengembangkan sistem bridging antara PT. Askes dan rumah sakit-rumah sakit mitranya. Sistem yang menghubungkan sistem informasi rumah sakit dan sistem informasi PT. Askes melalui web services ini, telah terbukti menurunkan waktu tunggu pelayanan pasien Askes di rumah sakit. Ini dikarenakan pendaftaran dan verifikasi kepesertaan secara online dan real time yang tidak memerlukan peserta Askes mengantri dari satu loket ke loket lainnya, melainkan cukup di satu loket pendaftaran. Dengan sistem yang terhubung ini, proses klaim akan lebih cepat dan efisien.

RS Hasan Sadikin Bandung merupakan salah satu rumah sakit yang telah sukses mengimplementasikan sistem bridging PT. Askes. Kesuksesan ini, tentu tidak lepas dari kebijakan PT. Askes yang sangat mengutamakan pelayanan pesertanya secara lebih profesional. Tahun ini, program serupa akan dilakukan di 7 rumah sakit besar di Indonesia, seperti RS Sanglah Bali, RS Dr. Sardjito Yogyakarta, RS Dr. Kariadi Semarang, RS Wahidin Sudirohusodo Makasar dan lainnya. Bagaimana kebijakan dan proses bridging sistem ini dilakukan oleh PT. Askes akan dipresentasikan oleh Bapak Ir. Kemal Imam Santoso, selaku CIO PT. Askes. Bagaimana rumah sakit dapat memanfaatkan sistem bridging PT. Askes, serta apa syarat yang perlu dipenuhi dalam memanfaatkan sistem ini dapat ditemui pada sesi “Standardisasi dan Interoperabilitas Asuransi dan Pembiayaan Kesehatan” konferensi informatika kesehatan Indonesia tanggal 25 Oktober 2010 mendatang.

Artikel terkait lainnya bisa diklik di link berikut.

Antrean dan Klaim Lancar, Pasien pun Senang

Wadirut PT Askes Raih “Best CIO”

Bapak Zainal A. Hasibuan, Ph.D : Indonesian e-Health Framework untuk peningkatan kualitas layanan kesehatan

Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (DETIKNAS) merupakan lembaga yang dibentuk dan diketuai Presiden Republik Indonesia. DETIKNAS dalam kinerjanya memiliki visi untuk mempercepat pertumbuhan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Indonesia secara efisien dengan membuat kebijakan TIK secara nasional melalui sinkronisasi program-program TIK di seluruh Kementerian/Lembaga. Kualitas layanan kesehatan merupakan salah satu hal yang menjadi perhatian DETIKNAS.  DETIKNAS memasukkan program peningkatan kualitas layanan kesehatan ini ke dalam salah satu program strategisnya, yang disebut Indonesian e-Health Framework. E-Health Framework ini pada dasarnya memperkenalkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam upayanya mengkoordinir dan mensinergikan berbagai stakeholder yang terlibat dalam layanan kesehatan. Berbagai stakeholder yang terlibat dalam penentuan kualitas layanan kesehatan, seperti: IDI, KKI, DEPKES, DINKES, Rumah Sakit, Klinik, Apotik, Dokter, Perawat, Fakultas Kedokteran dan Keperawatan, dll.  Akan sulit bagi masyarakat Indonesia (terutama yang kurang beruntung dalam bidang ekonomi) untuk bisa mendapatkan layanan kesehatan yang memadai, apabila berbagai stakeholder ini tidak berkoordinasi dan bersinergi. Sumber daya kesehatan yang sangat terbatas, distribusinya yang tidak merata, keadaan geografis Indonesia yang terdiri dari pulau-pulau, ”memaksa” bangsa Indonesia untuk merumuskan suatu kerangka e-Health yang sesuai untuk kondisi dan situasi di Indonesia. Rumusan ini harus selalu disosialisasikan dan dikomentari agar tetap up-to-date dan relevan. Salah satu media untuk membahas kerangka e-Health ini adalah dalam suatu konferensi.

Konferensi nasional seperti FIKI 2010 dan perkumpulan/asosiasi nasional seperti PIKIN, merupakan salah satu bentuk nyata dimana berbagai kalangan stakeholder yang memberikan layanan kesehatan dapat bertemu dan berdiskusi untuk mewujudkan Pelayanan Kesehatan Yang Prima Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Konferensi ini merupakan suatu upaya yang strategis dan harus dinaungi dalam satu payung. Dari konferensi ini, perlu diadakan annual scientific meeting terkait e-health yang menghadirkan pakar-pakar TIK kesehatan nasional.

DETIKNAS telah menyusun suatu model pengembangan kerangka e-Health di Indonesia. Pada kesempatan di konferensi FIKI 2010 nanti (25 Oktober 2010), Bapak Zainal A. Hasibuan, selaku wakil ketua harian DETIKNAS akan mempresentasikan kerangka e-Health tersebut, berikut time frame pengembangan e-Health di Indonesia. Melalui kerangka e-Health ini diharapkan dapat membantu proses penaungan dan koordinasi lintas institusi yang terkait pengembangan TIK untuk bidang kesehatan. Bapak Zainal A. Hasibuan juga adalah salah seorang staf pengajar Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia. Berbagai penelitian terkait information retrieval, digital library, e-learning dan IT Strategic planning telah dilakukan dan dipublikasikannya di berabagai konferensi informatika nasional dan internasional.

« Halaman SebelumnyaHalaman Berikutnya »

Sistem Informasi Manajemen Kesehatan