Pelayanan farmasi dan manajemen logistik obat dan perbekalan kesehatan memiliki peran penting dalam pelayanan kesehatan. Pelayanan logistik obat dan perbekalan kesehatan di Indonesia memiliki pola dan struktur yang khas mulai dari tingkat pusat, propinsi, kabupaten/kota dan fasilitas kesehatan, dimana masing-masing level memiliki wewenang dan tanggung jawab yang berbeda terkait dengan pengelolaan obat dan perbekalan kesehatan. Termasuk di Fasilitas Pelayanan Kesehatan dimana instalasi farmasi bertanggung jawab untuk melakukan pelayanan farmasi klinis sekaligus melakukan pengelolaan logistik obat dan bahan medis habis pakai,

Pengelolaan logistik sendiri merupakan proses yang unik mulai dari proses perencanaan, pembelian obat, distribusi obat, penggunaan obat dan manajemen operasional pengelolaan logistik. Tidak heran jika pengelolaan informasi dalam proses tersebut menjadi sangat penting sehingga perlu adanya instrumen elektronik dalam membantu pengelolaan data dalam membantu pengambilan keputusan di setiap proses siklus pengelolaan logistik. Selain aspek manajemen, fasilitas kesehatan juga memiliki peran untuk melakukan pelayanan farmasi klinis seperti pengkajian resep, penyerahan obat, pelayanan informasi obat, konseling serta pemantauan dan pelaporan efek samping obat. Mutu dan kualitas pelayanan kefarmasian menjadi tujuan utama pengelolaan dan pelayanan farmasi.

Manajemen logistik obat dan pelayanan farmasi klinis fasilitas kesehatan menjadi lebih penting dalam era jaminan kesehatan nasional (JKN). Dengan mekanisme pembayaran klaim dan dana kapitasi, fasilitas kesehatan diharapkan dapat melakukan pengelolaan obat dan perbekalan kesehatan secara efektif dan efisien terutama untuk fungsi pelayanan farmasi klinik. Beberapa kendala muncul antara lain bagaimana meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan farmasi klinis di fasilitas kesehatan, sekaligus memperkuat manajemen logistik obat dan perbekalan kesehatan melalui sistem informasi elektronik.

Beberapa pertanyaan kemudian muncul, apa saja potensi sistem elektronik untuk mendukung pengelolaan dan pelayanan farmasi klinis di fasilitas kesehatan? Bagaimana sistem informasi elektronik dapat mendukung pengelolaan logistik obat dan perbekalan kesehatan di fasilitas kesehatan? Bagaimana sistem pendukung keputusan terkait obat dan perbekalan kesehatan dapat dikembangkan? Apa yang perlu dipertimbangkan fasilitas kesehatan agar implementasi sistem elektronik dapat berjalan lebih optimal?

Hal-hal tersebut di atas, akan dibahas secara mendalam melalui workshop “Sistem informasi untuk mendukung pengelolaan logistik dan pelayanan farmasi klinis” yang diinisiasi oleh POKJA Informatika Biomedis Fakultas Kedokteran UGM dalam rangkaian kegiatan Annual Scientific Meeting (ASM) tahun 2017.

TUJUAN

Workshop ini bertujuan untuk :

  1. Mengkaji potensi sistem informasi dalam mendukung mutu dan kualitas pengelolaan logistik dan pelayanan farmasi klinis di fasilitas kesehatan.
  2. Pengembangan sistem pendukung keputusan dalam pengelolaan logistik dan pelayanan farmasi klinis.
  3. Mengidentifikasi peluang dan tantangan implementasi sistem elektronik

MANFAAT KEGIATAN

Manfaat dari kegiatan ini antara lain:

  1. Pengembangan sistem manajemen logistik untuk fasilitas pelayanan kesehatan
  2. Pengembangan sistem pendukung keputusan klinis untuk pelayanan farmasi klinis

 

WAKTU & TEMPAT

Tanggal 23 Maret 2017 Pukul 08.00 – 16.00 WIB

Bertempat di Ruang Senat Fakultas Kedoktern UGM

Gedung KPTU Lt 2

SUSUNAN ACARA

07.30-08.00 Registrasi Ulang Peserta
08.00-08.30 Sambutan Ketua Panitia ASM POKJA INFORMATIKA BIOMEDIS
08.30-10.00 Diskusi Panel: Penggunaan TIK untuk mendukung mutu dan pelayanan farmasi
1.  Upaya mengurangi medication error di fasilitas kesehatan
2.  Pengembangan sistem informasi untuk mengurangi potensi medication error
3.  Aspek legal penggunaan TIK untuk pelayanan kefarmasian di Fasilitas Kesehatan
10.00-10.30 Coffee Break
10.30-12.00 Sistem Pendukung Keputusan Klinis untuk pelayanan farmasi di fasilitas kesehatan
1.   SiStem pendukung keputusan Pengelolaan obat
2.  Sistem pendukung keputusan Pelayanan farmasi klinis
12.00-13.00 ISHOMA
13.00-15.00 Workshop Simulasi Sistem Informasi Elektronik pada Pelayanan Farmasi
1.  Analisa Proses bisnis pelayanan farmasi (pengelolaan obat dan pelayanan farmasi klinis)

2.  Simulasi pengelolaan obat (Stock out, expired date)

3.  Simulasi deteksi interaksi obat dengan CPOE

15.00-15.30 Diskusi rekomendasi sistem informasi untuk mendukung pelayanan farmasi
15.30-selesai Penutupan dan Coffee Break

 

REGISTRASI

Registrasi dapat dilakukan dengan menghubungi secretariat ASM Pokja Informatika Kesehatan atau pendaftaran secara online di link berikut http://ugm.id/asm2017simfarmasi

 

Biaya Pendaftaran

No Kategori Biaya Early Bird

(Sebelum 15 Maret)

1 Umum dan Mahasiswa S3 Rp. 1.250.000,00 Rp. 850.000
2 Mahasiswa Profesi/S2/S1 Rp. 500.000,00 Rp. 500.000

 

Pembayaran dapat dilakukan melalui rekening virtual account UGM Bank BNI dengan Nomor Rekening 9888807104110003
UGM FKU S2 IKM PENERIMAAN PELATIHAN/SEMINAR/WORKSHOP

Bukti pembayaran dapat dikirimkan melalui email sekretariat atau kontak person.

Peserta dibatasi maksimal 40 orang

Fasilitas Seminar

  1. Seminar Kit
  2. Sertifikat
  3. Makan siang dan snack 2 kali
  4. Gratis software sistem informasi farmasi

SEKRETARIAT

Asri Kurniawati

Gedung IKM Lt. 2 Ruang 213

Telpon: 0274549432

Fax: 0274549432

Email: simkes@ugm.ac.id

 

KONTAK PERSON

Guardian Y. Sanjaya

Email: gysanjaya@ugm.ac.id

Telp/WA/SMS: 08176466001

 

Ni’mah Hanifah

Email: hanifah.nimah@gmail.com

Telp/WA/SMS: 085228109050