SEOUL Konferensi yang baru saja diselenggarakan pada 2-5 November 2016 di Seoul, Korea Selatan, menjadi ajang pertemuan antara praktisi, akademisi, pembuat kebijakan, serta pelaku usaha di bidang informatika kesehatan terbesar di Asia Pasifik. Konferensi ini menghadirkan keynote speaker Yu-Chuan (Jack) Li, MD, PhD dari Taipei Medical University (TMU), Taiwan dan Fernando Martin-Sanchez PhD, FACMI, FACHI dari Weill Cornell Medicine, New York, USA.

Ada 11 sesi Oral Presentation yang merupakan presentasi dari makalah-makalah peserta yang telah diterima oleh panitia acara. Sesi-sesi tersebut meliputi Telemedicine for Global Health Network, Big Data Informatics, Health Data Exchange, Nursing Informatics, Personal Health Records (PHR) and Hospital System, Clinical Decision Support System, Electronic Health Records (EHR), mHealth for Connected Patient Care, Public Health & National Health Strategy, Mobile Health Application, dan Artificial Intelligence in Medical Informatics.

Menariknya, dalam konferensi yang berlangsung selama dua hari ini,

terdapat Government Project Session, dimana sesi ini mempresentasikan kegiatan yang sedang dilakukan oleh pemerintah Korea Selatan dalam bidang informatika kesehatan. Government Project 1 menjabarkan tentang IoA3 for Health: Internet of Avatars, Agents, and Apps for Health, sedangkan Government Project 2 memberikan informasi seputar Research Platform as a Public & Government Service using Health Big Data.

Konferensi ini juga dihadiri oleh akademisi di bidang informatika kesehatan dari Indonesia, yaitu Surahyo Sumarsono, B.Eng., M.Eng.Sc., dan dr. Lutfan Lazuardi, M.Kes., Ph.D., dari Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Dina Nur Anggraini Ningrum, MPH., dari Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang sedang mengambil S3 di TMU, Taiwan.

Pak Rahyo, seperti biasa akrab disapa ketika mengajar beberapa mata kuliah di Minat Sistem Informasi Kesehatan Prodi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran UGM, berkesempatan mempresentasikan makalah dengan judul Assessing the implementation of the National e-Health Strategic Planning to support telemedicine projects in Indonesia.

Surahyo Sumarsono, B.Eng., M.Eng.Sc., ketika mempresentasikan makalah dalam sesi Oral Presentation di APAMI 2016 yang berjudul Assessing the implementation of the National e-Health Strategic Planning to support telemedicine projects in Indonesia di The K-Hotel, Seoul, Korea Selatan

Makalah yang dipresentasikan ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana Rencana Stratejik e-Health Nasional berdampak pada proyek-proyek telemedicine sebagai salah satu dari program nasional untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan lintas semua daerah di Indonesia, mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi pada keberhasilan dan kegagalan proyek-proyek telemedicine di Indonesia, serta mengidentifikasi penghalang-penghalang pada adopsi penyebarluasan proyek-proyek telemedicine di Indonesia.

Makalah Pak Rahyo menyimpulkan penilaian pada ranah telemedicine menunjukan bahwa program yang berpotensi di masa depan ini masih dalam masa pengembangan, meskipun peningkatan dari program ini dapat memastikan pengoptimalan manfaat yang ada. Informasi terkait persyaratan infrastruktur, menurut peneliti, perlu dipelajari untuk dapat pengembangan solusi-solusi telemedicine.

Secara garis besar, Indonesia menghadapi beberapa isu seperti infrastruktur yang tak kunjung dikembangkan, implementasi dan perbaikan dengan biaya yang mahal, dan kurangnya keahlian teknis serta motivasi dari pengguna. Sementara itu, isu-isu legal yang meliputi privasi dan kerahasiaan pasien, dan sistem keuangan kesehatan untuk memampukan keberlangsungan dari program ini menjadi pertimbanagn berikutnya. Terakhir, peneliti menyarankan, sebaiknya Indonesia memiliki agensi nasional untuk mempromosikan dan mengembangkan telemedicine. Meskipun demikian, institusi dibidang ilmiah, yakin peneliti, harus lebih terlibat didalam pengembangan solusi-solusi telemedicine.

Pada kesempatan yang sama, dr.Lutfan Lazuardi, M.Kes., Ph.D menyampaikan presentasi makalahnya yang berjudul The potential use of computer-assisted image processing for detecting Acute Lymphoblastic Leukemia, yang bertujuan untuk mengembangkan deteksi otomatis leukemia akut berdasarkan digital image processing dan pattern recognition.

Dr. Lutfan Lazuardi, M.Kes., PhD., ketika mempresentasikan makalah dalam sesi Oral Presentation di APAMI 2016 yang berjudul The potential use of computer-assisted image processing for detecting Acute Lymphoblastic Leukemia di The K-Hotel, Seoul, Korea Selatan

Hasil studi pendahuluan dari presentasi ini mengungkapkan bahwa sistem ini sudah dapat mendeteksi ketidak normalan sel-sel darah putih. Fitur ini sangat berguna untuk membantu menegakkan diagnosis dari pasien Acute Lymphoblastic Leukimia (ALL) terutama di Puskesmas, dimana memiliki sumber daya yang terbatas dan kekurangan ahli hematologi.

Sistem ini juga memungkinkan untuk membantu petugas kesehatan di puskesmas untuk mengidentifikasi ketidak normalan sel-sel darah, mengambil gambarnya, dan mendokumentasikan sampel-sampel darah untuk konsultasi lebih lanjut dengan ahli hematologi di rumah sakit rujukan. Peneliti mengungkapkan, pengembangan dan evaluasi lebih lanjut dibutuhkan untuk meningkatkan fungsinya dan menguji coba sensitivitas, spesifikasi, akurasi dan kelayakan untuk penerapan di tempat klinis.

Determining Morbidity Pattern First Step Deal with Big Data via Electronic Health Record of Primary Healthcare in Indonesia menjadi makalah yang dipresentasikan oleh dosen yang mengajar di Universitas Negeri Semarang ini. Makalah ini bertujuan untuk mendeterminasikan pola keadaan tidak sehat yang dikategorikan dengan umur dan jenis kelamin di Kota Semarang melalui Rekam Medis Elektronik.

Kesimpulan dari makalah ini, menurut peneliti, penelitian ini bermanfaat untuk dapat menunjukan pola kejadian tidak sehat dimana dapat diketahui kategori penyakit mana saja yang terpengaruh dari usia dan jenis kelamin. Informasi ini menurut peneliti dapat digunakan di Puskesmas sebagai alat untuk memprediksi pola kejadian tidak sehat dan untuk membantu membuat keputusan kesehatan masyarakat berdasarkan usia dan jenis kelamin agar dapat membuat intervensi dan strategi-strategi di masa depan.

Surahyo Sumarsono, B.Eng., M.Eng., Dina Nur Anggraini Ningrum, MPH., dan dr. Lutfan Lazuardi, M.Kes., Ph.D dari Indonesia dalam konferensi APAMI 2016 di Seoul, Korea Selatan

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *