District Health Information Software 2 (DHIS2) merupakan aplikasi untuk membantu manajemen data dan informasi kesehatan untuk melakukan tindakan dalam konteks monitoring, evaluasi dan pengembangan program-program kesehatan. DHIS2 merupakan alat bantu elektronik yang memungkinkan untuk melakukan pengumpulan data kesehatan, kompilasi secara berjenjangm, validasi, visualisasi dan interpretasi informasi kesehatan.

DHIS2 sudah digunakan lebih dari 60 negara berkembang dan banyak didukung oleh donor internasional. Terdapat beberapa forum DHIS2 global yang diselenggarakan secara rutin, salah satunya adalah DHIS2 Expert Academy. Expert Academy memfokuskan pada inisiatif DHIS2 di berbagai negara yang secara aktif menggunakan dan bahkan mengembangkan aplikasi tersebut secara aktif. Selain itu, Expert Academy dimanfaatkan untuk melakukan analisa kebutuhan dan evaluasi terhadap versi DHIS2 yang ada saat ini.

Indonesia mendapatkan kesempatan untuk mengikuti DHIS2 Expert Academy tanggal 14-18 Agustus 2017 yang diselenggarakan di University of Oslo, Norwegia. 3 peserta dari Indonesia masing-masing Taufiq Sitompul (Konsiltas HIS proyek Global Fund HSS Indonesia), Raden Noviane Chasny (WHO Indonesia) dan Guardian Yoki Sanjaya (SIMKES Universitas Gadjah Mada) berkesempatan menjadi peserta sekaligus mendiksusikan skema kerjasama implementasi DHIS2 di Indonesia dengan tim DHIS2 Universitas Oslo.

Lebih dari 150 hadir dalam Expert Academy yang mayoritas adalah implementator DHIS2 di negara-negara Afrika, Timur Tengah dan Asia. Negara Asia yang terlibat selain Indonesia antara lain Laos, Vietnam, India, Bangladesh dan Sri Lanka. Yang menarik adalah peserta dari donor agency dan mitra implementator DHIS2 seperti USAID, JHPIEGO, IRC, HISP Group, MSF, WHO, FHI360, GIZ, RTI dan beberapa Universitas. Belum termasuk tim inti developer DHIS2 yang juga berasal dari berbagai institusi, mahasiswa PhD Universitas Oslo dan tim inti DHIS2 Oslo (HISP UiO).

Implementasi DHIS2 di berbagai negara disampaikan dalam bentuk poster presentation pengalaman implementasi DHIS2. Banyak negara saat ini sudah menggunakan DHIS2 untuk surveilans kesehatan masyarakat. Sebagai contoh di Guinea DHIS2 digunakan untuk surveilans, baik laporan agregat (diseases surveilans), pencatatan kasus kematian maternal, pencatatan kasus dan hasil laboratorium untuk penyakit cholera, meningitis, yellow fever, tetanus neonatoru dan kasus penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Burkina Faso dan Uganda mengembangkan sistem surveilans Malaria menggunakan platform DHIS2 Tracker, mulai dari case detection, case notification (SMS alert), pencatatan hasil laboratorium dan penyelidikan epidemiologi dalam satu program. Fungsi SMS dan email alert dari DHIS2 juga ditest untuk memberikan notifikasi kondisi outbreak yellow fever menggunakan rule tertentu dari data retrospektif tahun 2016 di Uganda. Di Nigeria, modul SMS DHIS2 digunakan untuk memberikan feedback kepada user terkait dengan kelengkapan laporan rutin.

Kasus interoperabilitas DHIS2 dilakukan di Nigeria, Kenya dan Tanzania dimana fasilitas API DHIS2 digunakan sistem lain untuk mengambil data (PULL) dan ditampilkan dalam bentuk dashboard program Keluarga Berencana. Afrika Selatan menggunakan fasilitas API DHIS2 untuk analisis data geopspasial kasus HIV/AIDS menggunakan QGIS. Beberapa donor agency dan implementing partner seperti JHPIEGO dan WHO menggunakan DHIS2 serta mengembangkan DHIS2 apps sebagai alat bantu untuk monitoring dan evaluasi intervensi program kesehatan di negara-negara wilayah kerjanya.

Banyaknya negara yang sudah mengimplementasikan DHIS2 menyebabkan tingginya permintaan pengembangan aplikasi DHIS2, terutama untuk modul Tracker/Event Capture dan Android. DHIS2 mengelola pengembangan tersebut secara transparan dan terdokumentasi menggunakan platform JIRA software development management. Semua user dapat mengakses JIRA khusus untuk DHIS2 di https://jira.dhis2.org/. Aplikasi DHIS2 yang semakin besar dan pengguna yang semakin banyak, terutama dari Kementrian Kesehatan yang didukung oleh Donor, mengharuskan DHIS2 dikembangkan . menjadi beberapa grup, antara lain:

  • Grup analytics, yang berfokus pada tampilan visualisasi grafik dan data tabular. Pada versi terbaru dapat dilakukan drill-down data secara lebih mudah.
  • Grup Maps, yang khusus mengembangkan visualisasi peta baik untuk data agregat dan individu. Google Maps API merupakan salah satu sumber data spasial yang sudah diintegrasikan di DHIS2.
  • Grup Event dan Tracker untuk mengakomodasi pencatatan data individual, survey dan sejenisnya. Termasuk untuk analisis dan visualisasi per kasus (grafik tumbuh kembang anak, grafik tekanan darah), analisis kohort dan agregasi data individu.
  • Grup Apps mengembangkan plugin-plugin DHIS2 yang dapat dimanfaatkan bersama. Salah satunya adalah pengembangan Apps untuk Case Based Surveillance (CBS) yang bercermin pada kasus penggunaan DHIS2 di Uganda. Aplikasi demo CBS dapat dilihat di https://cbs-academy.dhis2.org/demo/.
  • Grup Academy terkait dengan training dan sertifikasi pengguna DHIS2. DHIS2 academy dibagi menjadi fundamental, level 1 dan level 2 dengan pertimbangan kekhususan serta sasaran pengguna.
  • Grup Android untuk mengakomodasi penggunaan mobile apps DHIS2 baik untuk input data agregat, data individu (event dan tracker) dan dashboard. Walaupun versi Android sudah tersedia, Andorid Apps akan diganti secara keseluruhan sejalan dengan release DHIS2 versi 2.8.
  • Grup Implementation khusus mengembangkan panduan implementasi DHIS2 yang dapat dijadikan referensi bagi negara lain atau donor agendy yang ingin menggunakan DHIS2.

Saat ini Indonesia baru dalam tahap awal implementasi, dimana konteks DHIS2 digunakan sebagai datawarehouse dalam rangka menggabungkan berbagai sumber data yang berasal dari sistem yang berbeda-beda. Fungsi-fungsi analytics, interoperabilitas dan guidline implementasi sangat relevan untuk digunakan di Indonesia.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *