Dengan bergesernya arah sumber pembelajaran dan riset dari metode konvensional ke metode modern yang terdigitalisasi, Perpustakaan UGM menyelenggarakan sebuah seminar berjudul “E-Content Seminar : Digital Resources for Academic Research and Learning” di Academic Resource Center pada tanggal 15 Juli 2010. Seminar ini dihadiri oleh dosen, pustakawan, dan peneliti dari berbagai fakultas di UGM.

Pembicara yang diundang pada acara ini adalah Peter Cheung dari Elsevier, Lok Mei Kun dari i-Group, dan Saw Luan dari Springerlink. Ketiganya bergerak di bidang penerbitan dan distribusi buku dan jurnal online. Terdapat beberapa isyu menarik yang muncul, salah satunya adalah bahwa ternyata resistensi juga terjadi ketika para pustakawan diajak untuk bermigrasi ke dunia digital. Padahal saat ini sumber digital riset dan pembelajaran yang berupa buku maupun jurnal tersebut saat ini telah terhubung dengan jejaring sosial yang telah dimanfaatkan oleh sebagian besar dari peserta, salah satunya adalah Facebook.

Selain itu, perlu dipahami bahwa jika saat ini kita dapat dengan mudah menemukan dan mengunduh e-book secara gratis, Lok Mei Kun menyampaikan bahwa buku-buku tersebut kebanyakan adalah buku umum non ilmiah dan terkadang sudah sangat tua sehingga hak ciptanya sudah habis dan kurang tepat digunakan sebagai referensi ilmiah. Masih mengenai hak cipta atau copyright, harus diperhatikan juga bahwa terdapat perbedaan antara hak untuk menggunakan sumber-sumber tersebut secara online dengan hak untuk mencetak dan membuat salinan dari sumber-sumber tersebut.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *