Perwakilan Indonesia yang mengikuti workshop IT4UHC Thailand

Dalam persiapannya, UHC juga perlu mempertimbangkan pemanfaatan IT untuk operasional, manaemen informasi dan pendukung keputusan. Dalam rekomendasi JLN (Joint Learning Network) juga disebutkan IT merupakan functinal requrement untuk operasional UHC. Bagaimana tidak, berbagai aktivitas dalam core business UHC sangat memerlukan sistem yang berbasis komputer. Contoh sederhana adalah kepesertaan dan skema asuransi yang dimiliki oleh setiap peserta, klaim rumah sakit terhadap pelayanan yang diberikan, penghitungan premi asuransi secara kapitasi berdasarkan beban pelayanan kesehatan serta proses monitoring dan evaluasi pelaksanaan UHC. Semua aktivitas tersebut memerlukan alat bantu berupa teknologi informasi dan komunikasi agar lebih efektif dan efisiensi.

Dalam sebuah workshop Exchange and Study Program on UHC and information systems to support UHC yang diselenggarakan oleh International Health Policy Program (IHPP) yang bekerjasama dengan National Health Security Office (NHSO – Sebuah badan penyelenggara asuransi kesehatan semesta di Thailand) tanggal 19-23 Agustus 2013, disinggung pentingnya pemahaman mendalam terhadap UHC sebelum mendesain sistem informasi kesehatan pendukungnya. UHC merupakan suatu konsep reformasi pelayanan kesehatan yang meliputi 4 isu:

  1. Sistem kesehatan yang efisien dan dikelola dengan baik untuk memenuhi prioritas kebutuhan kesehatan masyarakat melalui layanan terpadu (preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif) yang berpusat pada masyarakat dengan cara:
  2. Keterjangkauan pembiayaan pelayanan kesehatan – sebuah sistem pembiayaan pelayanan kesehatan secara “gotong-royong” sehingga setiap individu mampu membiayai pelayanan kesehatan yang dibutuhkan.
  3. Akses terhadap sumber daya kesehatan dengan mudah, termasuk obat-obatan esensial dan teknologi kedokteran untuk mendiagnosa dan mengobati masalah medis.
  4. Tersedianya tenaga kesehatan yang terlatih dan memiliki motivasi untuk memberikan layanan untuk memenuhi kebutuhan pasien berdasarkan pendekatan terkini (evidence based).

Thailand telah mulai UHC sejak tahun 2001. Hasil review pengalaman 10 tahun UHC di Thailand dapat dilihat pada referensi disini. Dalam pelaksanaannya, IT digunakan untuk mendukung beberapa hal, antara lain:

  • Memfasilitasi database kepesertaan asuransi kesehatan secara online yang terhubung dengan data kependudukan (catatan sipil).
  • Memfasilitasi database fasilitas pelayanan kesehatan (rumah sakit, primary health center) yang dihubungkan dengan data kepesertaan (untuk verifikasi rujukan pasien) dan perbankan untuk proses reimbursment pelayanan kesehatan (khususnya dari rumah sakit) secara online.
  • Penyediaan data dan atau informasi untuk kegiatan monitoring, evaluasi, perencanaan dan audit terhadap pelaksanaan UHC.
  • Layanan pelanggan dalam bentuk call center, baik untuk peserta jaminan maupun bagi penyedia layanan kesehatan (rumah sakit dan primary health center).

Luasnya cakupan layanan IT dalam UHC membutuhan sumber daya yang memadai. NHSO secara khusus membuat divisi IT untuk mengakomodasi kebutuhan penggunaan sistem berbasis elektronik yang mencakup seluruh Thailand. Dibutuhkan lebih dari 100 sumber daya manusia yang bekerja tetap di NHSO dengan anggaran kurang lebih 100 juta Baht per tahun untuk membangun infrastruktur, mengembangkan aplikasi secara mandiri, pemeliharaan sistem dan penyediaan dukungan teknis. Core business unit IT NHSO dapat dilihat disini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *