Menindaklanjuti kerjasama antar Fakultas Kedokteran UGM dengan University of Oslo, SIMKES S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat FK UGM dan Dinas Kesehatan Provinsi DI Yogyakarta diundang untuk mengikuti DHIS 2 Academy Asia 2014. Sebelumnya kerjasama telah diawali dengan melakukan pelatihan dan kustomisasi aplikasi DHIS 2 pada tanggal 8-22 April 2013, yang melibatkan 6 Dinas Kesehatan baik Provinsi/ Kabupaten/ Kota di Daerah Istimewa Yogyakarta yaitu Dinkes Provinsi DI Yogyakarta, Dinkes kota Yogyakarta, Dinkes Kab Bantul, Dinkes Kab Kulon Progo, Dinkes Kab Gunungkidul dan Dinkes kab Sleman. DHIS (District Health Information System) 2 merupakan aplikasi Bank Data berbasis web yang dapat digunakan untuk melakukan pengumpulan, analisis dan presentasi indikator kesehatan suatu daerah.

DHIS 2 Academy Asia 2014 diselenggarakan pada 17-27 Februari 2014 di Vung Tao, Vietnam. Akademi ini diselenggarakan oleh HISP Vietnam (Health Information Systems Programme) dan University of Oslo dengan didukung oleh NORAD (Norwegian Agency for Development Cooperation) dan AeHIN (Asia e-Health Information Networks). Akademi ini menghadirkan berbagai ahli DHIS 2 di dunia dan regional serta dihadiri oleh para pengguna DHIS 2 dari berbagai profesi baik itu dari Kementerian, akademisi, NGO, vendor swasta maupun konsultan di lebih dari 20 negara yaitu Norwegia, India, Vietnam, Perancis, Afrika Selatan, Malaysia, Lao PDR, Indonesia, Solomon Island, Nepal, Sri Lanka, Cambodia, Bangladesh, Myanmar, Philippines, Switzerland, Pakistan, Kanada, Timor Leste, USA, dan Bhutan.

DHIS 2 Academy Asia 2014 bertujuan untuk memperkuat kapasitas nasional & regional dalam mengimplementasikan DHIS 2 melalui pelatihan intensif yang menggabungkan baik sesi teori dan praktik. Di tahap dasar ini, peserta diajari untuk mengenal prinsip dan desain aplikasi DHIS 2 dan bagaimana menggunakan data dan informasi untuk kebutuhan pelaporan di institusi peserta. Tidak hanya itu, peserta juga difasilitasi untuk saling berbagi best practices dari negara – negara yang telah menggunakan DHIS 2 serta membangun kolaborasi kerjasama lintas negara south-north dalam menunjang implementasi DHIS 2 khususnya bagi negara yang baru akan menggunakan DHIS 2.

Berbeda dari pelatihan kustomisasi yang kami lakukan sebelumnya yang menggunakan aplikasi DHIS versi 2.10, di akademi ini peserta dikenalkan dengan aplikasi DHIS bersi 2.14. Beberapa fitur baru yang ada di aplikasi DHIS versi 2.14 ini adalah adanya modul surveillance dan alert, data approval, data set categories, event capture, mapping of events pada modul GIS, google analytics support, dll. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai fitur tambahan pada versi terbaru aplikasi DHIS 2 ini dapat mengunjungi web resmi DHIS yaitu http://dhis2.org dan mencoba versi demo online-nya. Beberapa topik yang dibahas dalam akademi antara lain :

– Prinsip dan best practices dalam berbagai aspek untuk desain database DHIS 2.

– Presentasi data kesehatan menggunakan modul data visualizer, pivot table dan GIS

– Pengunaan sistem analisis seperti iReport dan HTML untuk pembuatan laporan

– Penggunaan WebAPI untuk transfer data dan interoperabilitas dengan aplikasi lain

– Penggunaan mobile client/ SMS untuk pengumpulan data dan pembuatan sistem peringatan

– Penggunaan modul DHIS 2 tracker untuk penelusuran kasus individu

– Konfigurasi peran user dan pengaturan akses

Selain sesi kuliah, praktik dan penugasan, peserta juga difasilitasi untuk menyusun strategi implementasi dan pengembangan DHIS 2 berdasarkan kondisi Sistem Informasi Kesehatan (SIK) di negara atau institusi masing – masing. Beberapa pengalaman implementasi DHIS 2 juga turut serta dipaparkan seperti Lao PDR yang menyampaikan seputar (tantangan, hambatan dan solusi saat menerapkan DHIS 2, Bangladesh menyampaikan seputar pencapaian dan tantangan dalam implementasi DHIS 2 dan Filipina menyampaikan mengenai DHIS 2 mobile pilot project. Di akhir pelatihan, peserta diminta menyusun rencana implementasi DHIS 2 ke depan dan dukungan yang diperlukan untuk menerapkan DHIS 2. Meskipun sampai saat ini Indonesia merupakan salah satu negara yang belum menggunakan DHIS 2 namun rencana ke depan akan dilakukan pilot project untuk pelaporan data profil kesehatan di salah satu provinsi di Indonesia yaitu DI Yogyakarta. Apalagi saat ini belum ada sistem informasi eksekutif yang mengintegrasikan pelaporan data kesehatan yang terfragementasi di masing – masing program khususnya untuk pembuatan profil kesehatan di tingkat provinsi. Oleh karena itu untuk mengindari pengumpulan data yang berulang maka penerapan DHIS 2 perlu dilakukan. Tentunya implementasi akan dilakukan secara bertahap mengingat akan melibatkan berbagai pihak/ pengelola program di berbagai level kesehatan. Semoga dengan adanya penerapan aplikasi ini akan mempermudah proses pelaporan untuk mendukung proses pengambilan kebijakan di level yang lebih tinggi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *