Sistem Informasi Manajemen Kesehatan

Hasil Tracer Study Alumni 2011

SIMKES FK UGM telah melaksanakan Tracer Study pada Maret – Desember 2011 dengan melibatkan peran dari alumni SIMKES FK UGM angkatan tahun 2005 – 2009. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang dapat diisi secara online maupun dikirimkan secara langsung kepada alumni melalui email dan pos. Data yang dikumpulkan dari alumni meliputi pengalaman pekerjaan sebelum dan setelah lulus, relevansi kurikulum yang pernah didapatkan dengan 3 kompetensi utama tenaga SIK, serta masukan kepada institusi. Penyusunan kuesioner dalam tracer study ini merunut pada jurnal yang disusun oleh Caroll (2002). Secara garis besar terdapat 3 domain utama dalam kompetensi ini, yaitu menggunakan data dan informasi secara efektif, menggunakan teknologi informasi secara efektif,dan manajemen proyek TI secara efektif.

Berikut ini hasil tracer study yang telah kami lakukan : 

Dari 114 lulusan SIMKES, diketahui hanya 42 yang terlibat dalam pengisian kuesioner secara lengkap sehingga diketahui response rate tracer study ini sebesar 36.84%.

Gambar 1 menjelaskan sebagian besar responden (95,24%) telah bekerja sebelum menempuh pendidikan di SIMKES. Dari responden yang bekerja tersebut, 75% masih menjabat sebagai staf dan sisanya menjabat sebagai Kepala di institusinya. Lebih lanjut dalam gambar 3 dijelaskan bahwa sebagian besar responden yang bekerja (85.71%) berada di instansi pemerintah. Gambar 4 menjelaskan, setelah lulus dari SIMKES, semua responden telah bekerja dan sebagian besar bekerja di Dinas Kesehatan (61.90%), responden yang bekerja di institusi pendidikan dan rumah sakit, masing – masing sebesar 16.67%, sisanya memilih bekerja secara mandiri atau wiraswasta.

Relevansi pendidikan yang diberikan dengan pekerjaan saat ini

Gambar 5 menyatakan bahwa hampir 50% responden menyatakan bahwa jabatan, peran, dan tanggung jawab pekerjaan yang dimiliki responden saat ini tidak relevan dengan pendidikan yang pernah diberikan di SIMKES FK UGM. Hal ini kemungkinan dikarenakan sebagian besar responden tersebut tidak bekerja di bidang sistem informasi kesehatan secara murni atau peran dan tanggung jawab pekerjaannya di luar sistem informasi kesehatan.

Kompetensi yang diajarkan

Pada gambar 6 dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden menyatakan Sangat Setuju/ Setuju terhadap kurikulum yang diajarkan. Namun demikian diketahui masih terdapat kesenjangan antara kurikulum dan penguasaan kompetensi. Untuk kompetensi yang terkait penggunaan data dan informasi secara efektif, diketahui bahwa setelah menyelesaikan pendidikan di SIMKES, sebagian besar responden (16.67%) menyatakan belum mampu mengembangkan database di institusinya dan 9.52% responden belum tergabung dalam jejaring/ komunitas Sistem Informasi. Untuk kompetensi yang terkait penggunaan teknologi informasi, diketahui 14.29% responden  belum mampu merancang keamanan terhadap aksesibilitas data serta belum mampu membuat media interaktif online (multi media) untuk membantu pembelajaran Sistem Informasi. Sebesar 11.90% responden juga menyatakan belum mampu melakukan perlindungan fisik terhadap infrastruktur Sistem Informasi maupun data digital. Kemudian berkaitan dengan kompetensi manajemen proyek, diketahui bahwa 23.81% responden belum mampu menggunakan aplikasi manajemen proyek  dan 11.90% responden belum mampu mendesain jaringan komputer di institusinya.

Faktor Pendukung Kelancaran Bekerja

Dari tracer study ini juga dapat diketahui informasi mengenai hal – hal yang dianggap sangat penting/ penting oleh responden dalam mendukung kelancaran bekerja yaitu 73.81% menjawab gelar, 88.1% memilih pendidikan di SIMKES; dan 68.25% menjawab pengetahuan dan ketrampilan yang diberikan selama pendidikan. Secara khusus untuk poin pengetahuan dan ketrampilan, diiketahui 21.43% responden menyatakan tidak memerlukan pengetahuan mengenai framework untuk evaluasi Sistem Informasi serta penggunaan protokol standard seperti HL7 dalam pertukaran data elektronik antar institusi kesehatan. Sebesar 19.05% responden menyatakan pengetahuan dan ketrampilan untuk melakukan serangkaian prosedur teknis untuk menjamin keamanan dan kerahasiaan data elektronik pasien serta pembuatan kamus data untuk kebutuhan database Sistem Informasi dirasa tidak penting dalam mendukung pekerjaan responden saat ini. Beberapa pengetahuan dan ketrampilan yang menurut responden tidak diperlukan dalam mendukung kelancaran bekerja mereka yaitu ketrampilan untuk merekrut dan mencari narasumber dalam pengembangan Sistem Informasi (16.67%), pengetahuan mengenai berbagai subsistem informasi di klinis (16.67%), pengetahuan untuk menyusun dokumen pengadaan barang dan jasa untuk Sistem Informasi (14.29%), penggunaan aplikasi manajemen proyek (14.29%), serta pengetahuan mengenai standar kodefikasi rekam medis (14.29%).

Rencana Tindak Lanjut dari hasil tracer study

  1. Hasil Tracer ini akan digunakan sebagai media pembelajaran sekaligus sebagai bahan masukan untuk mengembangkan kurikulum yang terstandar demi menjaga kualitas dan kompetensi lulusan SIMKES FK UGM.
  2. Pembuatan Mailing list (alumni_simkesfkugm@yahoogroups.com)>> Untuk memperkuat jaringan komunikasi antara pengelola Minat SIMKES FK UGM dengan alumninya sehingga mempercepat arus informasi sekaligus memudahkan proses pemantauan kiprah dan pengabdian alumni di institusi masing – masing.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

Sistem Informasi Manajemen Kesehatan