Green ICT, Apa keuntungannya?
Pada 21 Januari 2012, dalam salah satu sesi rapat kerjanya di Hotel Nalendra Bandung, Minat SIMKES S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran UGM mengundang Bapak Ifik Arifin selaku pengamat Teknologi Informasi dan Presiden Direktur INIXINDO, suatu perusahaan yang bergerak di bidang pelatihan Teknologi Informasi, untuk menyampaikan materi mengenai Green Information and Communication Technology atau sering disingkat dengan Green ICT. Green ICT atau Green IT adalah salah satu teknologi ramah lingkungan yang bertujuan untuk menghemat penggunaan energi yang digunakan untuk penerapan teknologi informasi dan komunikasi.
Green ICT sendiri merupakan salah satu program pemerintah untuk mengurangi emisi Karbon sebesar 26% pada 2020, sebagai wujud komitmen dari pemerintah Indonesia, setelah Presiden SBY menyampaikan pidatonya dalam UNFCC Conference di Kopenhagen (2009). Green IT meliputi 2 hal, yaitu:
- Green of IT (menggunakan komponen – komponen teknologi Informasi yang ramah lingkungan, meliputi green hardware, CPU, memory, solid state drive, green material, dan memilih LED monitor).
- Green Initiatives (meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kontribusi penggunaan energi rumah tangga terhadap polusi udara)
Sebagai salah satu negara berpenduduk terbesar keempat di dunia, Indonesia berkontribusi besar dalam menyebabkan pemanasan global melalui penggunaan alat – alat elektronik seperti televisi, handphone, komputer, dll. Untuk itu, sebisa mungkin kita mulai berperan dalam upaya mencegah dampak pemanasan global, yaitu dengan melakukan penghematan dalam penggunaan energi, baik dengan menghentikan penggunaan daya yang berlebihan saat pengisian baterai untuk hp dan laptop, maupun menggunakan peralatan yang lebih efisien (green IT infrastructure) ataupun melakukan proses recycling PC. Selain penghematan energi, kita juga dapat mulai mengurangi penggunaan kertas di kantor (less paper).
Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih Green IT
- Comprehensive environmental rating
- Lowest power consumption
- Environmental friendly materials
- Green technology (solid state drive)
Bagaimana mencari peralatan yang environmental friendly?
Saat ini situs ini menyediakan Electronic Product Environmental Assessment Tool yang dapat memberikan rating untuk komputer desktop, laptop, monitor berdasarkan 28 kriteria environmental performance.
Bagaimana cara memilih sumber daya IT dengan teknologi Green
- Blade Server (menampung server – server dalam 1 rak)
- Thin Desktop (hemat tempat, power efficient PC) atau terminal)
- Tempat penyimpanan data secara remote File Sharing
- Processing dilakukan di NAS, bukan di server
- Menggunakan solid state memory (RAM)
- Menggunakan LED Monitor (energi yang digunakan 25% lebih rendah dari LCD)
- Duplex Printing
- Rechargeable Batteries
- Pilih peralatan yang dapat menurunkan power broadcast
Bagaimana cara memanfaatkan existing devices agar tetap green?
Saat ini belum banyak produsen yang menerapkan proses recycle produk TI yang dihasilkannya. Oleh karena itu, kita dapat menerapkan teknologi Virtualization, suatu pengelolaan sumber daya hardware dan softwate yang mengijinkan satu server menjadi host untuk menjalankan satu atau lebih sistem operasi. Teknologi ini dapat mengurangi biaya infrastruktur sekaligus menurunkan energi yang diperlukan untuk coolling system. Selain itu, ada juga teknologi Cloud Computing, yaitu teknologi yang menggunakan internet dan server virtual untuk mengelola aplikasi dan data, seakan – akan pusat data berada di server lokal. Akses hanya menggunakan Web Server, tanpa harus mempunyai IT knowledge.
Cloud Computing vs Virtualitazion
Cloud Computing lebih baik dalam mereduksi penggunaan energi karena tidak ada penambahan hardware dan penggunaaan tenaga ahli. Sayangnya, Cloud Computing sangat tergantung pada jaringan internet.
Untuk dapat menerapkan Green ICT, ada beberapa strategi yang dapat diterapkan, yaitu
- Penguatan regulasi dari pimpinan, selama regulasi di pemerintahan masih mensyaratkan untuk penyertaan dokumen – dokumen dalam bentuk hardcopy maka kita tidak dapat serta merta mencanangkan paper less office. Untuk itu, diperlukan suatu Green ICT Standard yang dikeluarkan pemerintah agar dapat dijadikan policy bagi perusahaan.
- Education and Awareness, setelah regulasi dikeluarkan maka kita dapat melakukan berbagai kegiatan seminar dan workshop mengenai Green ICT untuk menambahkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menggunakan teknologi ramah lingkungan.
- Initiatives
Meskipun penggunaan teknologi informasi bukan merupakan penyumbang terbesar bertambahnya panas di bumi tetapi dengan menerapkan green ICT secara efisien dan efektif maka akan memberikan kontribusi yang besar dalam upaya mencegah dampak pemanasan global sehingga dapat menjamin kelangsungan hidup di masa mendatang.



