Archive for March, 2009

Prototipe Sistem Informasi Manajemen Pengawasan Kualitas Air Minum (SIMPKAM) di Kota Yogyakarta

Written by Administrator on . Posted in TESIS

Intisari

Jaka Widada, Sri Kusumadewi, Anis Fuad

Latar Belakang : Pengawasan kualitas air minum di Kota Yogyakarta mengacu pada Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 907/Menkes/SK/VII/2002 dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan sebagai pelaksana pengawasan dan PDAM Tirtamarta sebagai pengelola penyediaan air minum. PDAM Tirtamarta belum dapat secara cepat mendapatkan data hasil pemeriksaan kualitas air oleh Laboratorium PKA Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta sehingga tidak dapat segera melakukan tindak lanjut. Di lain pihak, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta tidak memperoleh data hasil pemeriksaan bakteriologi dan kimia yang diperiksa PDAM Tirtamarta. Hal ini karena belum adanya sistem informasi yang dapat digunakan oleh kedua institusi untuk mempercepat penyampaian dan ketersediaan informasi hasil pengawasan kualitas air minum.

Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem informasi manajemen pengawasan kualitas air minum di Kota Yogyakarta menggunakan pendekatan prototyping.

Metodologi : Rancangan yang digunakan adalah deskriptif – kualitatif melalui tahapan-tahapan action research dengan harapan ada kerja sama/kolaborasi antara peneliti dan pengguna.

Hasil : Identifikasi sistem dari hasil wawancara mendalam dengan stakeholders dan pengguna di dinas kesehatan dan PDAM menunjukkan bahwa sistem yang digunakan masih manual dan belum menerapkan sistem manajemen basis data. Harapan pengguna terhadap sistem yang akan dikembangkan adalah pencatatan dapat dilakukan secara langsung di komputer, mampu mempercepat interpretasi dan rekapitulasi data, ada pengamanan data, mempercepat diketahuinya hasil pemeriksaan dan sistem yang dapat menggambarkan kualitas air di masing-masing reservoir.

Kesimpulan : Prototipe dirancang berbasis web, menerapkan sistem manajemen basis data, dilengkapi pengamanan sistem dan menggunakan konfigurasi jaringan client-server. Penilaian oleh pengguna menunjukkan bahwa prototipe belum menghasilkan informasi yang lengkap, interpretasi dan laporan hasil pemeriksaan belum sesuai yang diharapkan pengguna, belum memberikan kemudahan bagi pengguna, belum dapat mempercepat penyelesaian pekerjaan, prototipe mampu mengurangi beban pekerjaan pengguna dan tampilan (interface) sudah menarik.

Kata kunci : Prototipe, sistem sistem informasi manajemen, pengawasan kualitas air minum.

Studi Makro Epidemiologi Kejadian Malaria dengan Pendekatan Spasial dan Temporal Terkait Tata Guna Lahan dan Meteorologis di Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan

Written by Administrator on . Posted in Uncategorized

ABSTRAK

Muslim, Sugeng Juwono Mardihusodo, Hari Kusnanto

Latar Belakang : Malaria merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh protozoa darah, Plasmodium sp. dan ditularkan melalui vektor Anopheles sp. Faktor-faktor yang mempengaruhi infeksi malaria meliputi faktor langsung seperti jumlah gigitan nyamuk, kepadatan nyamuk, durasi siklus sporogonik, usia nyamuk dan jumlah pembawa parasit; dan juga faktor tidak langsung seperti tata guna lahan dan meteorologi. Insidensi malaria klinis pada 2006 dan 2007 di Kabupaten Bintan meningkat dari 125,3/1000 orang pada tahun 2006 menjadi 127,2/1000 orang pada 2007, sedangkan API (Annual Parasite Incidence/Insidensi Parasit Tahunan) menurun dari 16,4/1000 orang menjadi 9,6/1000 pada 2007. Sementara itu terjadi peningkatan AMI (Annual Malaria Incidence=Insidensi Malaria Tahunan) di Kecamatan Bintan Utara tanpa disertai peningkatan API. Kasus API meningkat dari 186 menjadi 1.006 di Kecamatan Bintan Utara, sebuah daerah endemis malaria di Kabupaten Bintan. Pertanyaan penelitian ini adalah apakah insidensi malaria di Kecamatan Bintan Utara berhubungan dengan tata guna lahan dan meteorologi.

Tujuan : Untuk mendapatkan gambatan makroepidemiologi malaria terkait dengan tata guna lahan dan faktor iklim dengan menggunakan pendekatan spasial dan insidensi malaria dengan menggunakan pendekatan temporal berdasarkan data morbiditas tahun 2005-2007 di Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau.

Metode : Penelitian ini merupakan survey potong lintang analitik dengan desain observasional. Subjek terdiri dari 248 pasien positif malaria menurut hasil laporan registrasi laboratorium Puskesmas Tanjung Uban Kecamatan Bintan Utara tahun 2007. Variabel terikat pada penelitian ini adalah insidensi malaria, dan variabel bebas adalah tata guna lahan dan meteorologi. Analisis data spasial dilakukan dengan menggunakan pengklasteran, model permutasi tempat dan waktu (Likelihood Ratio Test) dan analisis tren.

Hasil : Terdapat hubungan signifikan antara area lahan dan insidensi malaria (p=0.044).  Tidak terdapat hubungan signifikan antara area lahan yang digunakan untuk bercocok tanam, pemukiman, rawa, penambangan pasir, suhu, kelembaban dan curah hujan dengan insidensi malaria (p>0.05).

Kesimpulan : Area hutan merupakan faktor pelengkap (suplementer) insidensi malaria karena pembabatan pohon di area hutan dapat menyebabkan peningkatan jumlah tempat berkembang biak nyamuk yang mempercepat reproduksi Anopheles maculatus dan proses infeksinya pada manusia. Perkebunan, rawa, pemukiman dan penambangan pasir bukan merupakan faktor pelengkap insidensi malaria. Aspek klimatologis seperti suhu, kelembaban, dan curah hujan bukan merupakan faktor pelengkap insidensi malaria. Terdapat peningkatan tren insidensi malaria pada tahun 2005-2007 dan terdapat bukti adanya penularan lokal yang dapat menyebabkan munculnya klaster di Kelurahan Tanjung Uban Selatan dan klaster-klaster sekunder di Kelurahan Tanjung Uban Kota.

Kata Kunci : malaria, analisis spasial, analisis temporal, sistem informasi geografis

Faktor yang Mempengaruhi Kegagalan Implementasi Sistem Pelaporan Kesehatan Berbasis Komputer di Dinas Kesehatan Propinsi Maluku Utara Tahun 2008

Written by Administrator on . Posted in Uncategorized

ABSTRAK

Arif Rizaldi, Eko Nugroho, Anis Fuad

Latar Belakang Salah satu karakteristik yang mencirikan sistem informasi yang baik adalah integrasi antar unit atau area yang memproduksi informasi. Sebagai sebuah provinsi yang secara geografis terdiri dari banyak pulau, Provinsi Maluku Utara telah mengembangkan sistem komunikasi dial-up yang dimaksudkan untuk membangun hubungan antara dan antar pusat kesehatan masyarakat dan dinas kesehatan provinsi dan kota atau kabupaten. Meskipun demikian, sistem yang didesain untuk memperoleh data dan meningkatkan kecepatan transfer data kesehatan ini berakhir dengan kegagalan.

Tujuan Penelitian ini mencoba menelusuri penyebab kegagalan sistem pelaporan kesehatan dengan menggunakan jaringan komputer (dial-up) pada Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara.

Metode Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan desain penelitian kasus dan menggunakan pendekatan kualitatid untuk menelusuri kegagalan implementasi sistem informasi. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, menggunakan pertanyaan dari checklist, dan observasi.

Hasil Penelitian ini menemukan bahwa desain sistem yang digunakan cukup sederhana, format pelaporannya juga belum lengkap dan tidak memenuhi standar maupun kebutuhan sehingga mnyebabkan masalah meskipun staf telah dilatih. Organisasi belum optimal dalam melakukan tugasnya dan kurang mendapatkan dukungan dari pemimpin organisasi, struktur organisasi, budaya kerja, dan pembiayaan. Para pengguna pada akhirnya menolak implementasi meskipun beberapa orang memiliki motivasi untuk mengimplementasi sistem.

Hasil Implementasi sistem pelaporan belum mendapatkan dukungan baik secara teknis maupun organisasional. Hal ini menimbulkan berbagai keterbatasan yang berakhir pada kegagalan dan penolakan sistem oleh pengguna, meskipun sebenarnya mereka memiliki motivasi dan kepercayaan terhadap sistem tersebut.

Kata Kunci jaringan komputer, kegagalan implementasi, sistem pelaporan

Berita