Sistem Informasi Manajemen Kesehatan

Beasiswa Studi Luar Negeri 2009

Dalam rangka peningkatan mutu dosen, Direktorat Ketenagaan Ditjenl Pendidikan Tinggi membuka pendaftaran beasiswa S2 dan S3 luar negeri untuk tahun 2009. Beasiswa ini terbuka bagi dosen tetap PTN, dosen DPK, dosen tetap PTS di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional. Beasiswa untuk program S2 selama 2 tahun, dan program S3 selama 3 tahun.
Pendaftaran dan seleksi dilakukan dalam 3 tahap:
Tahap 1: pendaftaran ditutup tanggal 28 November 2008, seleksi dilaksanakan bulan Desember 2008.
Tahap 2: pendaftaran ditutup tanggal 27 Februari 2009, seleksi dilaksanakan bulan Maret 2009.
Tahap 3: pendaftaran ditutup tanggal 29 April 2009, seleksi dilaksanakan bulan Mei 2009.

Untuk men-download formulir aplikasi dan informasi lebih lanjut, silakan kunjungi www.ditnaga-dikti.org

Tinjauan Pengelolaan dan Pemanfaatan Situs Web Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Tahun 2007

Intisari

Solihin, Hari Kusnanto, Lutfan Lazuardi

Latar belakang: Penyebaran informasi kepada masyarakat merupakan salah satu tugas pemerintah yang juga merupakan bagian dari langkah pelayanan e-government. Dinas Kesehatan Kota Balikpapan meluncurkan situs web daerah pada awal 2007 sebagai usaha menjalankan e-government. Sampai saat ini belum dilakukan evaluasi terhadap pengelolaan dan pemanfaatan situs tersebut.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan dan pemanfaatan situs web daerah, masing-masing oleh pihak manajemen dan pengguna internal.

Metode: Penelitian ini merupakan observasi kasus dengan metode kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian disajikan secara deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, dikombinasikan dengan kuesioner mengenai pengelolaan dan kualitas situs web, observasi penggunaan situs web, dan pengumpulan data sekunder dengan telaah dokumen. Data dianalisis secara deskriptif analitik.

Hasil: Situs web ini bukan merupakan situs resmi daerah dan dibuat oleh tenaga yang menguasai teknologi pembuatan situs web. Meskipun demikian pembuatan situs ini tidak disertai perencanaan, perumusan tujuan, dan bagan struktur organisasi. Pengelola situs melaporkan bahwa situs ini kurang mendapat dukungan dari para pimpinan. Penelitian ini menemukan bahwa baik pengelola maupun pengguna merasa bahwa kualitas dan informasi yang terdapat pada situs sudah baik namun pemanfaatannya masih belum optimal.

Kesimpulan: Kualitas situs web daerah dan informasi yang disediakan cukup baik meskipun pengelolaannya kurang maksimal, karena situs ini didukung oleh sumber daya yang menguasai teknologi. Meskipun demikian information sharing yang diharapkan justru tidak dapat tercapai jika tidak didukung oleh pengelolaan dan pemanfaatan yang optimal oleh pengguna. Perlu dilakukan pengubahan domain situs web dan usaha perbaikan sarana, prasarana maupun kualitas sumber daya manusia untuk meningkatkan kegunaan situs tersebut.

Kata Kunci: situs-web, information sharing, pengelolaan, pengguna, pemanfaatan

Pengembangan Sistem Pelaporan Cepat PWS Kejadian Luar Biasa Berbasis SMS di Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan

Intisari

Maulidin Noor, Hari Purnomo, Anis Fuad

Latar belakang:Di Kabupaten Banjar sistem pelaporan dalam pemantauan Kejadian Luar Biasa (KLB) masih bermasalah dalam hal ketepatan waktu dan akurasi data, sehingga menghambat proses pengambilan keputusan dinas kesehatan dalam penanganan KLB. Untuk mengatasi hambatan tersebut dikembangkan sistem pelaporan KLB yang didukung dengan pemanfaatan teknologi Short Message Service (SMS) agar pelaporan lebih tepat waktu, hemat dan akurat.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengevaluasi sistem pelaporan pemantauan KLB berbasis SMS di Kabupaten Banjar

Metode: Penelitian ini merupakan action research. Peneliti dan partisipan terlibat dalam tahapan penelitian yang dimulai dengan diagnosis, perencanaan, pelaksanaan tindakan, evaluasi dan refleksi (pembelajaran). Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam, pengamatan dan telaah dokumen. Peneliti merancang desain pelaporan berbasis SMS yang kemudian diimplementasikan di puskesmas.

Hasil: Tingkat kelengkapan dan ketepatan laporan pengawas KLB yang masih sangat rendah dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain jarak, penggunaan sarana informasi yang belum optimal, kurangnya alokasi dana dan keterlambatan dari pelayanan kesehatan primer sendiri. Hal ini mempengaruhi kesiapan dan kewaspadaan dini terhadap penyakit, analisis penyakit dan pengambilan keputusan. Sedangkan untuk pelaksanaan sistem pelaporan baru dengan SMS, masih banyak terjadi kendala seperti staf yang kurang memahami penggunaan sistem, kesalahan pengetikan, pengkodean, dan sinyal yang terbatas. Meskipun demikian, terjadi peningkatan kelengkapan dan ketepatan data pengawasan KLB dengan penggunaan sistem pelaporan berbasis SMS, secara berturut-turut 32% dan 29% menjadi 64% dan 60,1%.

Kesimpulan: Sistem pelaporan berbasis SMS dapat memperbaiki mutu dan kualitas laporan, ketepatan waktu, kelengkapan laporan, dan efisiensi biaya. Demikian juga keamanan data lebih terjamin dan sistem pelaporan berbasis SMS dapat memberikan kemudahan bagi pengguna di puskesmas dan dinas kesehatan kabupaten.
Kata Kunci: PWS, kejadian luar biasa, pelaporan cepat, SMS

Pengembangan Sistem Informasi Geografi Untuk Pemantauan Wilayah Setempat (PWS) Program Imunisasi di Kota Palangka Raya

Intisari

Lilyk Rakhmawaty, Hari Kusnanto, Anis Fuad

Latar belakang:Saat ini pemanfaatan Sistem Informasi Geografi (SIG) berkembang pesat di berbagai bidang termasuk di bidang kesehatan. SIG mempunyai kemampuan untuk menampilkan informasi spasial dan non spasial secara berkesinambungan. Sebagai penanggung jawab program imunisasi, Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya belum memanfaatkan SIG. Kegiatan analisis melalui pemantauan wilayah setempat (PWS) masih dilakukan secara sederhana. Sangat penting melakukan pemantauan terhadap cakupan pelayanan dan dampak program sehingga daerah risiko tinggi terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) dapat terdeteksi. Dengan adanya aplikasi SIG untuk PWS Imunisasi diharapkan dapat membantu monitoring program.

Tujuan: Mengembangkan sistem informasi berbasis wilayah untuk PWS Imunisasi di Kota Palangka Raya yang meliputi identifikasi kebutuhan, desain sistem dan pemanfaatan sistem.

Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif – kualitatif dengan pendekatan action research. Partisipan berjumlah 8 orang terdiri dari 3 manajer, 3 pengelola program di tingkat dinas dan 2 orang penanggung jawab program imunisasi di puskesmas. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi dan juga telaah dokumen.

Hasil: Pengembangan SIG PWS Imunisasi ini menghasilkan peta cakupan untuk semua antigen, sebaran penyakit PD3I dan stratifikasi tetanus nenonatorum. Adanya sistem dapat memberikan informasi masalah program sehingga dapat dilakukan suatu tindakan antisipasi.

Kesimpulan: Sistem Informasi PWS Imunisasi Berbasis Wilayah bermanfaat untuk efisiensi dan efektifitas program karena dapat memangkas waktu kerja dan mampu memberikan informasi yang dibutuhkan manajer. Untuk menjaga kualitas informasi imunisasi sistem sebaiknya dikembangkan mulai unit analisis individu.
Kata Kunci: Sistem Informasi Geografi, PWS Imunisasi, Pengembangan

Analisis Spasial Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Sebagai Faktor Risiko Diare di Kecamatan Sangir Kabupaten Solok Selatan Tahun 2007

Intisari

Vera Elfiatri, Hari Kusnanto, Lutfan Lazuardi

Latar belakang: Diare adalah salah satu penyakit yang sering terjadi di masyarakat karen pola hidup yang kurang bersih dan sehat. Angka prevalensi diare di Kecamatan Sangir Kabupaten Solok Selatan mencapai 1.092 kasus pada tahun 2007. Teknik pengambilan sampel purposive area random sampling dari beberapa jorong-jorong yang ada di Kecamatan Sangir. Dari permasalahan tersebut diatas maka peneliti ingin memotret beberapa aspek yang dapat mempengaruhi prevalensi diare, yang dilihat dari perilaku hidup bersih dan sehat dalam hal penggunaan jamban keluarga, penggunaan air bersih, pembuangan sampah dan kebiasaan mencuci tangan. Pemodelan ini diharapkan dapat menghasilkan model spasial yang menentukan kerentanan wilayah terhadap penyakit diare di Kecamatan sangir.

Tujuan: Mengetahui manfaat pemodelan spasial dalam menentukan tingkat kerentanan wilayah terhadap penyakit diare, mengetahui adanya hubungan penggunaan jamban keluarga, penggunaan air bersih, pembuangan sampah dan kebiasaan mencuci tangan dengan prevalensi diare dan manfaat informasi spasial dalam meningkatkan manajemen pengendalian diare di wilayah dengan tingkat kejadian kasus yang tinggi.

Metode: Prevalensi diare tinggi ditemukan di Kecamatan Sangir sebanyak 132 kasus menggunakan penghitungan sample size calculator dengan tingkat kepercayaan 95 %. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi analitik dengan menggunakan pedekatan desain case control. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan software GeoDa dan SaTScan.

Hasil: Hubungan antara penggunaan jamban keluarga dengan kasus diare diperoleh hasil z value = – 4,820473, p = 0,000001 (p<0,05), hubungan antara penggunaan air bersih dengan kasus diare ketahui bahwa nilai z value = 2,810922 dan p = 0,0049401 (p < 0,05), hubungan antara pembuangan sampah dengan kejadian diare diperoleh nilai z value = -0,5995125 dan p= 0,5488311 (p>0,05) dan hubungan antara kebiasaan mencuci tangan dengan kasus diare diperoleh nilai z value= 0,3934589 dan p = 0,6939806 (p>0,05).

Kesimpulan: (a) kasus diare di Kecamatan Sangir berhubungan dengan penggunaan jamban keluarga p = 0,000001 (p<0,05); (b) kasus diare di Kecamatan Sangir berhubungan dengan penggunaan air bersih p = 0,0049401 (p < 0,05); (c) kasus diare di Kecamatan Sangir tidak berhubungan dengan pembuangan sampah p= 0,5488311 (p>0,05); (d) kasus diare di Kecamatan Sangir tidak berhubungan dengan kebiasaan mencuci tangan p = 0,6939806 (p>0,05); (e) kasus diare tersebar pada 17 jorong di Kecamatan Sangir dengan kasus tertinggi 14.39% pada Jorong Sampu dan 11.36% pada Jorong Bariang; (f) terdapat klastering kasus diare yang signifikan di Kecamatan Sangir. Klastering kasus diare terjadi dengan perilaku hidup bersih dan sehat yang dilihat dari penggunaan jamban keluarga, penggunaan air bersih, pembuangan sampah dan kebiasaan mencuci tangan.
Kata kunci: Spasial, PHBS, faktor risiko diare.

Pengembangan Situs Web Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah

Intisari

Chandra, Haryanto, Anis Fuad

Latar belakang: Dengan perkembangan teknologi saat ini, mengembangkan situs web sangat mudah dilakukan. Yang menjadi tantangan adalah bagaimana membuat informasi yang disajikan dapat dikelola secara berkelanjutan, bagaimana melibatkan stakeholder yang ada serta bagaimana menjaga kesesuaian informasi yang disediakan. Untuk itu, penelitan ini mencoba mengeksplorasi bagaimana proses pengembangan situs web Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah dengan melibatkan partisipasi para pengguna dalam perancangan situs web.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan stakeholder Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah terhadap situs web baik bentuk, isi, maupun desainnya serta langkah pengembangannya.

Metode: Penelitian ini merupakan action reaserch untuk membuat prototipe situs web Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah. 14 stakeholder yang terkait dengan keberadaan situs web Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah berpartisipasi dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui observasi, telaah dokumen, wawancara, dan diskusi kelompok.

Hasil Penelitian: Pengembangan situs web ini dimulai dengan identifikasi kebutuhan stakeholder. Partisipan pada penelitian sebanyak 14 orang, 4 orang diantaranya mengikuti penelitian ini hingga proses pembelajaran. Stakeholder membutuhkan informasi seputar pelaksanaan kegiatan di Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah. Setelah kebutuhan stakeholder diketahui proses pengembangan situs web dilanjutkan dengan pembuatan desain, penerapan situs web dan melaksanakan evaluasi. Evaluasi dilaksanaan terhadap pemanfaatan, kemudahan dan kelengkapan situs. Penelitian ini berakhir setelah dilaksanakan pembelajaran guna mengetahui pendapat pengguna terhadap proses pengembangan situs web ini.

Kesimpulan: Metode action research sesuai untuk pengembangan situs web. Isi maupun desain situs web ini telah disesuaikan dengan kebutuhan stakeholder. Proses perancangan dan pengembangan dimulai dari indentifikasi kebutuhan, pembuatan desain, penerapan situs web, melaksanakan evaluasi dan pembelajaran. Agar informasi yang disajikan dapat dikelola berkelanjutan dukungan organisasi sebaiknya lebih ditingkatkan, khususnya kerjasama lintas program serta peningkatkan pengetahuan pengelola.
Kata kunci: website, pemgembangan, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah

Studi Epidemiologi Kejadian Penyakit Demam Berdarah Dengue Dengan Pendekatan Spasial Sistem Informasi Geografis di Kecamatan Palu Selatan Kota Palu

Intisari

Oslan Daud, Hartono, Tri Baskoro Tunggul Satoto

Latar belakang:Demam Berdarah Dengue (DBD) masih merupakan masalah kesehatan masyarakat dan menimbulkan dampak sosial maupun ekonomi. Jumlah kasus yang dilaporkan cenderung meningkat dan daerah penyebarannya bertambah luas. Pada tahun 2004 di kota Palu, penderita DBD berjumlah 210 orang dengan 10 kematian. Tahun 2005 jumlah penderita DBD sebanyak 627 orang dan 12 diantaranya meninggal, dan tahun 2006 dengan jumlah penderita DBD sebanyak 334 orang dan 5 diantaranya meninggal. Sedangkan pada tahun 2007 sampai dengan bulan April jumlah penderita DBD sebanyak 593 orang dan 2 diantaranya meninggal.

Tujuan: Untuk mengetahui distribusi epidemiologi kejadian kasus DBD di kecamatan Palu Selatan berdasarkan karakteristik orang, tempat, dan waktu tahun 2004-2006, serta melakukan pemetaan distribusi spasial kejadian kasus DBD dengan pendekatan sistem informasi geografi (SIG) di kecamatan Palu Selatan tahun 2004 s/d 2006.

Metode: Jenis penelitian ini adalah survei deskriptif analitik dengan rancangan penelitian cross sectional, yang bermaksud untuk memperoleh gambaran tentang distribusi kejadian DBD dengan pendekatan spasial SIG di kecamatan Palu Selatan tahun 2004 s/d 2006. Alamat penderita diambil titik koordinat dengan menggunakan Global Positioning System (GPS). Proses selanjutnya, data diolah dan akan disajikan dalam bentuk tabel, grafik, dan peta.

Hasil Penelitian: Distribusi penderita DBD terbanyak laki-laki (52,48%), umur penderita terbanyak <15 tahun (46,60%), wilayah yang terbanyak penderita kelurahan Lolu Selatan (15,41%), waktu kejadian tertinggi terjadi pada bulan Mei s/d September. Terdapat 9 cluster kejadian DBD di kelurahan Tatura Utara dan kelurahan Tanamodindi. Diperoleh hubungan kepadatan penduduk dengan kejadian DBD (p = 0,0049881), suhu udara (25,30C - 28,10C) dan kelembaban udara (71,3% - 79,7%), diperoleh hubungan Angka Bebas Jentik (ABJ) dengan kejadian DBD di kecamatan Palu Selatan (p = 0,4623282).

Kesimpulan: Laki-laki lebih banyak beraktifitas daripada perempuan, penderita DBD lebih banyak pada usia anak sekolah, kelurahan Lolu Selatan memiliki kepadatan penduduk dan mobilisasi penduduk yang tinggi, peningkatan kasus terjadi pada waktu musim penghujan yaitu bulan April s/d Oktober, adanya pengelompokkan kasus penderita DBD di kelurahan Tatura Utara dan kelurahan Tanamodindi, kepadatan penduduk sangat berhubungan positif dengan kejadian DBD, suhu dan kelembaban sangat mendukung dalam perkembangbiakan vektor penular penyakit DBD yang menyebabkan peningkatan penderita DBD dari tahun ke tahun, ABJ tidak mempunyai hubungan yang bermakna dengan kejadian penyakit DBD
Kata kunci: DBD, karakteristik epidemiologi, distribusi spasial, SIG, Palu Selatan

Analisis Kebutuhan Pengembangan Sistem Informasi Akademik Menggunakan Framework Zachman di Akademi Keperawatan Muara Bungo

Intisari

Rahmad Fitrie, Eko Nugroho, Anis Fuad

Latar belakang:Perkembangan teknologi informasi bidang pendidikan saat ini memungkinkan untuk melakukan aktivitas akademik secara online. Dalam rangka mendorong dan memfasilitasi perguruan tinggi yang ingin mengembangkan teknologi sistem informasi komputer, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) telah membangun suatu jaringan komputer antar perguruan tinggi yang dinamakan INHERENT (Indonesia Higher Education Research Network). Saat ini Akademi Perawat Muara Bungo, sebagai penyelenggara jenjang pendidikan tinggi tenaga kesehatan, belum memiliki sistem informasi komputer yang terintegrasi dengan sistem informasi akademik. Maka dari itu, analisis kebutuhan sistem informasi sangat perlu dilakukan di Akper ini. Kerangka kerja Zachman dipilih sebagai kerangka kerja analisis kebutuhan ini karena dapat melihat permasalahan bisnis dalam pengembangan sistem informasi.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembagan sistem informasi akademik yang mendukung strategi pengembangan sistem informasi akademik sesuai kebutuhan pengguna/stakeholder di Akper Muara Bungo.

Metode: Penelitian ini bersifat kualitatif eksploratif untuk menggali secara mendalam kebutuhan pengguna dan stakeholder dalam membangun sistem informasi akademik.

Hasil: Hasil analisis ruang lingkup perencanaan, sistem informasi akademik dirancang untuk pengolahan data mahasiswa, data dosen, pengelolaan jadwal kuliah, pengelolaan Kartu Rencana Studi (KRS), pengolahan Kartu Hasil Studi (KRS) dan pengelolaan transkrip nilai serta pengelolaan data alumni. Sistem dapat digunakan oleh semua pengguna melalui jaringan komputer terintegrasi dengan jaringan Local Area Network (LAN). Sistem terbagi menjadi tiga bagian yaitu sistem yang dapat digunakan oleh staf administrasi akademik, dosen dan juga mahasiswa. Model bisnis yang diterapkan adalah dengan mengekplorasi struktur organisasi Akper Muara Bungo. Perancangan model sistem menggunakan model diagram hubungan entitas (Entity Relationship Diagram (ERD)), dan diagram aliran data sistem informasi akademik Akper Muara Bungo.

Kesimpulan: Sistem informasi akademik yang dirancang dapat memberikan kemudahan dalam mengelola dan mengolah data akademik. Pengembangan sistem informasi akademik tidak dapat dilepaskan dari kepentingan – kepentingan pengguna dan stakeholder yang terlibat dalam implementasi.

Kata kunci: kerangka kerja Zachman, sudut pandang, rencana strategis, sistem informasi akademik.

Pengembangan Database Sarana Pelayanan Kesehatan dan Tenaga Kesehatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Buton

Intisari

Rasdiyanti, Hari Kusnanto, Anis Fuad

Latar belakang: Pengembangan sistem informasi ditujukan untuk mendukung ketersediaan data dan informasi bagi manajemen kesehatan, pelaksana pelayanan serta pengembangan jaringan informasi yang bersifat komprehensif. Pemerataan tenaga kesehatan ditunjang dengan tersedianya sarana dan prasarana pelayanan kesehatan yang merupakan faktor utama untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. Kurangnya sarana pelayanan kesehatan dan tenaga kesehatan masih merupakan faktor penghambat dalam pelaksanaan pembangunan kesehatan di Kabupaten Buton, terutama pada daerah terpencil.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengembangkan database sarana pelayanan kesehatan dan tenaga kesehatan yang berbasis komputer untuk mengurangi duplikasi dan fragmentasi data sarana pelayanan kesehatan dan tenaga kesehatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Buton.

Metode: Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan action research. Kolaborasi peneliti dan subyek penelitian diperlukan untuk mengembangkan database sarana pelayanan kesehatan dan tenaga kesehatan yang sesuai kebutuhan dan keinginan pengguna. Data dan Informasi diperoleh dengan melakukan telaah dokumen, wawancara mendalam dan pengamatan.

Hasil: Pengembangan database ini menghasilkan 93 tabel/entitas yang terdiri dari 26 tabel data, 37 subset tabel, 1 join tabel dan 29 tabel validasi. Implementasi struktur database secara sederhana dilaksanakan menggunakan database MySQL untuk mengetahui kelengkapan dan akurasi data, kecepatan mendapat informasi serta kemudahan input dan akses data.

Kesimpulan: Harapan pengguna implementasi database MySQL akan dapat membantu pengkajian untuk perumusan kebijakan dan pengambilan keputusan, menunjang pelaksanaan tugas, mendukung kegiatan perencanaan program serta tersedianya bankdata sarana pelayanan kesehatan dan tenaga kesehatan.

Kata Kunci: database, pengguna, MySQL, kesehatan, pelayanan

Presentasi Continuing Medical Education

Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Yogyajarta menyelenggarakan acara presentasi Continuing Medical Education pada:
Hari/Tanggal: Selasa, 28 Oktober 2008
Waktu : 13.00 – 15.00 wib
Tempat : Ruang Sidang Utama FK UGM
Topik :
1. Identification in Burned Victims
Oleh: Prof. drg. Etty Indriati, Ph.D (Seksi Antropologi, Bag. Otonomi, Embriologi, dan Antropologi FK UGM)
2. Molecular Technique for Identification
Oleh: dr. Yudha Nurhantari, Ph.D. (Bag. Ilmu Kedokteran Forensik & Medico Legal FK UGM)

Acara ini gratis bagi para staf, mahasiswa S2, S3 dan Residen di lingkungan FK UGM.

Keterangan lebih lanjut hubungi Sdr. Budiharto (Unit Penelitian Pengabdian Masyarakat (UPPM) FK UGM) di pesawat (0274) 560300, 6492500-2504.

Halaman Berikutnya »

Sistem Informasi Manajemen Kesehatan